Home Breaking News YLKI Minta Pemerintah Harus Jamin Data Pribadi Pengguna Jasa Seluler

YLKI Minta Pemerintah Harus Jamin Data Pribadi Pengguna Jasa Seluler

208
Ketua Harian YLKI Tulus Abadi.

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta Pemerintah untuk menjamin data pribadi konsumen pengguna jasa seluler. Hal ini terkait rencana/kebijakan Pemerintah yang akan melakukan pendaftaran ulang terhadap pengguna kartu prabayar seluler, per 31 Oktober 2017.

“Pemerintah harus menjamin bahwa data pribadi milik konsumen tidak disalahgunakan baik untuk kepentingan komersial, dan komersial tanpa seizin konsumen sebagai pemilik data pribadi,” kata Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi, melalui siaran tertulis yang diterima citraindonesia.com, di Jakarta, Kamis (12/10/2017).

Tak hanya itu, lanjutnya, dalam proses pendataan ulang harus melalui proses komunikasi dan sosialisasi yang benar-benar sampai ke konsumen. Jangan sampai penutupan akses nomor seluler konsumen hanya karena konsumen tidak tahu informasi peraturan tersebut.

Namun, YLKI mengkhawatirkan, upaya pendaftaran ulang ini tidak akan mampu sebagai upaya pengendalian baik dari sisi jumlah nomor seluler dan atau penyalahgunaan nomor seluler, misalnya untuk kepentingan kriminalitas.

Sebab, konsumen masih diberikan akses untuk memiliki nomor seluler yang sangat banyak, karena setiap konsumen masih erhak memiliki 3 nomor seluler dari masing-maaing operator. Artinya konsumen masih mempunyai hak mempunyai 18 nomor seluler dari total 6 operator yang ada.

Tulus mengatakan, maraknya jumlah nomor seluler yang ada di Indonesia yang mencapai 350 jutaan, lebih dikarenakan aspek promosi dan perang tarif dari operator seluler. Konsumen terjebak dengan promosi dan perang tarif yang sangat menyesatkan.

“Oleh karena itu, pemerintah harus melakukan penertiban dari sisi hulu, yakni menertibkan perang tarif dan promosi yang menyesatkan konsumen tersebut. Bukan hanya melakukan upaya penertiban dan pengendalian dengan cara pendataan ulang saja,” tegasnya. (pemi)

Komentar

Komentar