Home Breaking News Wujudkan Pemerataan Ekonomi, Kemenperin Jor-joran Lakukan Berbagai Kegiatan

Wujudkan Pemerataan Ekonomi, Kemenperin Jor-joran Lakukan Berbagai Kegiatan

2953
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyematkan kartu tanda peserta kepada perwakilan peserta pelatihan diklat 3-in-1 pada peluncuran program pendidikan vokasi industri se-Jawa Tengah dan DI Yogyakarta di Semarang, 21 April 2017

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Dengan mengusung konsep pemerataan ekonomi yang difokuskan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada tahun ini, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) secara kontinyu melaksanakan rangkaian kegiatan.

Setelah penandatanganan perjanjian kerja sama antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan industri, akan dilakukan pula penyelarasan kurikulum pendidikan sesuai dengan kebutuhan industri serta penyediaan workshop, laboratorium dan teaching factory untuk praktek kerja industri bagi siswa, dan magang industri bagi guru.

“Penyediaan instruktur dan silver expert dari industri, pembangunan infrastruktur kompetensi di SMK, serta pemberian sertifikat dari perusahaan industri kepada siswa SMK juga ditetapkan sebagai langkah berikutnya,” kata Plt. Sekjen Kemenperin Haris Munandar, dalam siaran tertulis ke citraindonesia.com, di Jakarta, Jumat (21/4/2017).

Penerapan pendidikan vokasi di Indonesia ini akan dikembangkan dengan mengadopsi konsep pendidikan sistem ganda (dual system). “Untuk itu, kami mengembangkan kerja sama dengan negara-negara yang telah menjalankan pendidikan dual system, salah satunya adalah Swiss,” lanjutnya.

Dalam rangkaian acara peluncuran program pendidikan vokasi industri, diadakan juga pembukaan diklat sistem Three-in-One yang diikuti oleh 290 orang peserta, yang terdiri dari Diklat Operator Mesin Industri Garmen sebanyak 200 orang, yang akan ditempatkan bekerja di PT. Eco Smart Garmen Indonesia di Boyolali dan PT. Globalindo Intimates di Klaten.

Selain itu, Diklat operator mesin looming diikuti oleh 40 orang, yang akan ditempatkan bekerja di PT. Dasaplast Nusantara di Jepara. Selanjutnya, Diklat operator Jahit Alas Kaki diikuti 50 orang peserta, yang akan ditempatkan bekerja di PT. Wangta Agung Surabaya.

“Model pelatihan dengan sistem Three-in-One tidak hanya memberikan keterampilan kepada peserta diklat, tetapi juga memberikan jaminan kompetensi melalui sertifikasi kompetensi, dan yang terpenting adalah bahwa seluruh lulusan terserap bekerja di perusahaan industri,” ujar Dirjen Industri Kimia Tekstil dan Aneka (IKTA) Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono.

Pada periode 2017-2019, Kemenperin merancang sejumlah kegiatan untuk menyiapkan tenaga kerja industri tersertifikasi sebanyak 1.040.552 orang. Program-program tersebut perlu dikolaborasikan dengan berbagai pemangku kepentingan terkait seperti Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), dan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker). (pemi)

Komentar

Komentar