Home Breaking News Waspada, Perokok Pihak Ketiga Juga Berbahaya

Waspada, Perokok Pihak Ketiga Juga Berbahaya

171
"Third Hand Smoker" Tak Kalah Berbahaya dari Perokok Pasif 3. Foto: Hello Sehat

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Berbeda dengan perokok pasif atau secondhand smoker yang menghirup asap rokok secara langsung di udara, perokok pihak ketiga atau dalam bahasa inggris dikenal dengan third hand smoker juga ternyata sangat berbahaya.

Third hand smoker merupakan istilah untuk seseorang yang terkena zat sisa dari asap rokok yang menempel di permukaan benda di sekitarnya. Pada dasarnya, perokok pihak ketiga terkena racun dari rokok yang tertinggal di lingkungan.

Seperti penjelasan yang dipaparkan oleh Hello Sehat bahwa, asap rokok dapat menempel di benda-benda. Hal ini paling sering ditemui apabila dalam suatu keluarga terdapat perokok dan tinggal di dalam satu rumah.

Menurut Dr Georg Matt peneliti dari Universitas San Diego, zat sisa asap rokok dapat bertahan di permukaan benda, khususnya dalam rumah. Ia mengatakan bahwa rumah dapat menjadi sumber dan penampungan utama polutan asap rokok.

Ahli kimia lingkungan Eunha Hoh (sebagaimana yang dilansir eurekalert.org), menyatakan bahwa asap rokok mengandung ribuan zat kimia yang sebagian besar bersifat beracun dan karsinogenik, dan ini semua dapat menempel di berbagai benda, terutama pada lingkungan ruangan tertutup yang memiliki permukaan berpori.

Salah satu komponen yang diketahui bersifat karsinogenik dan dapat tersimpan di lingkungan adalah polycyclic aromatic hydrocarbons (PAH). Komponen ini menyerap ke dalam dinding, furnitur, dan benda berbahan gypsum serta karpet di dalam rumah. Zat tersebut dapat tersimpan dalam waktu yang lama dengan kadar zat yang terus meningkat.

Penelitian Sleiman tahun 2010 menunjukkan bahwa, penyerapan nikotin dari asap rokok dapat berlangsung lebih cepat, dan jumlah yang terserap cenderung konsisten pada permukaan di dalam ruangan, termasuk permukaan kulit dan pakaian.

Zat nikotin tersebut akan tersimpan dapat bereaksi dengan asam nitrat di udara sehingga membentuk karsinogen nitrosamine yang dapat diserap tubuh melalui pernapasan, pencernaan dan kontak terhadap kulit.

Zat sisa asap rokok dapat dideteksi dengan adanya bau rokok pada permukaan benda setelah tidak adanya asap rokok. Hal ini juga menunjukkan adanya racun dari rokok pada permukaan benda tersebut. (pemi)

Komentar

Komentar