Home Breaking News Warga Protes Trump di Resort Mar-a-Lago

Warga Protes Trump di Resort Mar-a-Lago

313
Resort Mar-a-Lago, milik Presiden Donald Trump in Palm Beach, Florida. Getty Images

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Sejak menjabat jadi Presiden Amerika Serikat tiga bulan lalu, Donald Trump sering menghabiskan akhir pekan di kompleks peristirahatan miliknya, Mar-a-Lago termasuk menjami Presiden China, Xi Jinping.

Aktivitas Trump tersebut membuat gusar penduduk setempat, salah satunya adalah Jorge Gonzales.

Gonzales, 35 tahun, menjalankan sebuah perusahaan kecil, Skywords Advertising, dan bidang usahanya betul-betul terbatas di udara.

Ketika Trump melakukan kunjungan dan menerapkan zona larangan terbang sejauh 16 kilometer, Gonzalez hanya bisa termangu.

“Dulu, kalau ia datang untuk berakhir pekan di sini, kami harus menghentikan usaha kami,” kata Gonzalez, yang mempekerjakan tiga pilot lainnya. “Dan sekarang itu dilakukannya setiap akhir pekan.”

“Sekitar 97% bisnis saya berlangsung setiap akhir pekan, dan saya meraup penghasilan sebesar 80% antara bulan Januari dan Mei,” katanya. “Kami diperingatkan sebelumnya bahwa Trump akan datang sebulan sekali. Dan kami tidak pernah membayangkan ia akan datang setiap akhir pekan.”

Gonzalez memperkirakan ia mengalami kerugian sekitar US$65.000 (atau Rp865 juta) dan kehilangan sejumlah kliennya sejak Trump menjabat sebagai presiden.

“Pada tingkat bisnis seperti ini kami mungkin masih bisa bertahan hingga musim panas,” katanya, “tapi saya tidak bisa membayangkan apakah perusahaan kami bisa bertahan hingga lewat musim panas.”

Trump kemudian hijrah ke Florida hampir setiap akhir pekan, melonjakkan dana anggaran sekitar US$23 juta (atau sekitar Rp306 miliar) selama 10 minggu.

Ditambah lagi, istrinya, Melania, dan putra mereka, Barron, memutuskan tetap tinggal di Manhattan sehingga menelan dana negara untuk keamanan sekitar US$58 juta (atau sekitar Rp772 miliar) per tahun, menurut Kepolisian New York.

Dulu, sebagai seorang warga negara biasa, Trump mengkritik Obama terkait biaya-biaya perjalanan kepresidenannya. Namun, ketika kini Trump menduduki kursi kepresidenan, kritik itu berbalik ke arahnya.

Analisa yang dilakukan oleh lembaga pengawas berhaluan konservatif Judicial Watch, Obama menghabiskan biaya sebesar US$97 juta (atau sekitar Rp1,3 tiliun) untuk biaya perjalanannya selama delapan tahun pemerintahannya.

Angka ini bisa dilampaui Trump dengan mudah pada tahun pertama kepresidenan jika ia terus bepergian seperti sekarang. (bbc/ling)

Komentar

Komentar