Home Breaking News Wanita 4 Kali Lebih Rentan Migrain Dibandingkan Pria

Wanita 4 Kali Lebih Rentan Migrain Dibandingkan Pria

371
Kenapa Wanita Lebih Rentan Terserang Migrain Dibanding Pria. (Foto: Hello Sehat)

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Migrain adalah timbulnya rasa sakit kepala yang disertai dengan sensasi berdenyut yang dahsyat. Menurut penelitian, wanita empat kali lebih rentan mengalami migrain dibandingkan dengan pria.

Rasa sakit kepala ini biasanya terjadi karena adanya perubahan pada aktivitas otak Anda. Rasa sakit yang ditimbulkan oleh migrain dapat sangat menyakitkan dan tak tertahankan.

Sayangnya, seperti ketrangan Hello Sehat, beberapa penelitian menemukan bahwa memang ada hubungan erat antara wanita dan migrain. Pada beberapa kasus, pergerakan yang Anda lakukan ketika Anda mengalami migrain justru mampu memperburuk kesakitan yang Anda rasakan.

Terkadang bahkan gejala yang ditimbulkan oleh migrain dapat diikuti dengan peningkatan sensitivitas Anda terhadap suara, aroma, dan cahaya, serta kesemutan pada kaki dan tangan, yang mungkin mampu disertai dengan mati rasa.

Berikut 3 alasan kenapa wanita 4 kali lebih rentan migrain dibandingkan pria, yakni:

1. Otak wanita lebih sensitif

Otak wanita cenderung lebih sensitif. Perubahan-perubahan sederhana seperti suhu ruangan dan perubahan pola tidur bahkan mampu memicu perubahan emosi tiba-tiba pada wanita. Perubahan emosi secara tiba-tiba ini kemudian menyebabkan timbulnya suatu gelombang abnormal di otak (cortical spreading depression).
Menurut seorang ahli neurologi dari University of California, Andrew C. Charles, gelombang ini dapat menyebabkan peradangan dan kesakitan, naik turunnya aliran darah serta sel saraf tertekan pada otak. Sehingga, timbulnya gelombang ini belakangan sering dikaitkan dengan terjadinya migrain.

2. Hormon

Pada setiap bulannya, wanita akan mengalami menstruasi. Sebelum memasukai siklus menstruasi, terdapat fase di mana kadar estrogen akan mengalami penurunan serta kadar asam lemak prostagladin akan mengalami peningkatan, dengan selisih yang cenderung signifikan dan secara tiba-tiba. Kondisi ini ternyata mampu memicu penurunan senyawa kimia yang terdapat dalam otak (serotonin) serta menyebabkan pembuluh darah pada otak berkontraksi dan mengalami pelebaran, sehingga memicu terjadinya migrain.
Selain pada saat menstruasi, situasi ini juga dapat terjadi saat wanita tersebut memasuki masa menopause dan saat menggunakan kontrasepsi hormonal (pil KB).

3. Cara kerja otak yang berbeda

Penelitian yang dilakukan oleh Boston Children Hospital dengan Harvard Medical School berhasil mengungkapkan bahwa terdapat perbedaan antara cara kerja otak pria dengan wanita ketika mengalami migrain. Penelitian yang dilakukan dengan melakukan scan terhadap 44 otak partisipan ini menemukan, bahwa ketika wanita mengalami migrain, area yang berfungsi mewadahi otak (materi abu-abu atau grey matter) mengalami penebalan pada kedua bagian yang berfungsi dalam pemrosesan rasa sakit (posterior insula dan precuneus).

Uniknya, reaksi ini tidak terjadi pada otak pria yang tengah mengalami migrain. Para peneliti lalu melakukan perbandingan terhadap dampak dari kondisi ini dan menemukan, bahwa penebalan pada kedua area ini saling berkomunikasi dan berkoordinasi dalam menimbulkan rasa sakit.

Dapatkan migrain dicegah?

Sayangnya, belum diketahui secara spesifik apa yang dapat menyebabkan terjadinya migrain. Tiap migrain dengan wanita bahkan mungkin memiliki pemicu yang berbeda satu sama lain. Migrain mungkin umumnya tidak berkembang semakin buruk, namun dilansir dari Healthline, mengalami migrain dapat meningkatkan risiko Anda terserang stroke dua kali lebih besar.

Mengetahui apa saja yang dapat memicu timbulnya migrain Anda, hingga dengan membuat catatan pemicu migrain Anda sendiri, mungkin akan mampu menghindarkan Anda terserang migrain, setidaknya karena penyebab yang sama. (pemi)

Komentar

Komentar