Home Breaking News Waisak 2017, Menko Luhut: Warga Indonesia Tidak Boleh Pecah

Waisak 2017, Menko Luhut: Warga Indonesia Tidak Boleh Pecah

238
Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, hadiri perayaan Hari Suci Waisak 2615, di Wihara Ekayana Arama, di Jakarta, Kamis (11/5/2017).

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, meminta umat Budha untuk ikut menjaga persatuan bangsa dan menjaga keharmonisan dalam bermasyarakat dan memberi kasih sayang pada sesama seperti yang diteladankan Sang Buddha.

“Negeri ini dilahirkan sebagai bangsa yang terdiri dari bermacam-macam suku bangsa kita tidak boleh pecah hanya karena keberagaman itu. Semua harus menahan diri demi persatuan dan kesatuan bangsa. Kita tidak boleh takut menjadi warga negara Indonesia. Semua sama di mata hukum, kita harus menghormati hukum,” ujarnya, pada sambutan perayaan Hari Suci Waisak 2615, di Wihara Ekayana Arama, di Jakarta, Kamis (11/5/2017).

Menko Luhut meminta umat yang hadir untuk menghilangkan sekat-sekat perbedaan dengan masyarakat di sekitar lingkungan mereka.

“Seperti yang diajarkan sang Buddha, kita harus memberi kasih sayang dan membantu orang yang membutuhkan, mari kita bantu orang yang kesusahan, perhatikan mereka.
Tidak perlu takut, sepanjang anda berjalan pada koridor hukum teguh pada aturan dan berada di jalan yang benar,” ujarnya.

Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, hadiri perayaan Hari Suci Waisak 2615, di Wihara Ekayana Arama, di Jakarta, Kamis (11/5/2017).

Ia memberi contoh kesederhanaan dan kebaikan yang ditunjukkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Presiden mengayomi seluruh masyarakat tanpa melihat suku, agama dan golongan, lewat pembangunan, Kalau hanya ingin meningkatkan pertumbuhan ekonomi saha, Presiden bisa saja fokus pada satu daerah tapi belian membangun Indonesia hingga seluruh pelosok tanah air kita,” imbuhnya.

Menurutnya, seluruh elemen bangsa harus berpartisipasi menjaga keutuhan bangsa.

“Kita semua sama warga indonesia dari Papua, Sabang, Merauke hingga Aceh tidak boleh terpecah belah. Kita harus menjadi satau bangsa yang kuat, hilangkan kebencian antas sesama yang membuat perpecahan dalam bangsa karena Indonesia harus menjadi bangsa yang kuat,” ujarnya menutup kata sambutan. (*)

Komentar

Komentar