Home Breaking News Video Viral Kekerasan, Ini Kata Pimpinan United Airlines

Video Viral Kekerasan, Ini Kata Pimpinan United Airlines

433
Korban kekerasan awak kabin Pesawat AS.

JAKARTA, CITRAINDONSIA.COM- Eksekutif United Airlines AS mengatakan para stafnya ‘mengikuti standar prosedur’ dalam insiden memperlihatkan seorang penumpang diseret ke luar dari pesawat dan mulutnya berdarah- darah.

Dalam surat kepada karyawan, diperoleh media Amerika Serikat, Oscar Munoz mengatakan ‘kecewa melihat dan mendengar hal yang terjadi’ namun menambahkan penumpang bersangkutan ‘mengganggu dan melawan’.

Maskapai penerbangan itu sebelumnya mengatakan akan menyelidiki insiden bersangkutan setelah beredarnya video yang memicu kecaman meluas.

Munoz mendapat kritik di media sosial karena tanggapannya atas insiden tersebut.

Lewat email, seperti yang dikutip kantor berita Associated Press, dia mengatakan, “Karyawan kami mengikuti prosedur yang sudah ditetapkan untuk menangani situasi seperti itu.”

“Walau menyesalkan situasi ini terjadi, saya juga berempati untuk berdiri di belakang kalian semua dan saya ingin memuji Anda untuk terus berupaya memastikan kita terbang dengan benar.”

Menurut Munoz, penumpang bersangkutan menolak meninggalkan pesawat secara sukarela sehingga staf tidak punya pilihan selain memanggil Petugas Keamanan Penerbangan Chicago untuk membantu mengeluarkannya dari pesawat.

Bulan lalu, majalah PRWeek, menetapkan Munoz sebagai Komunikator Terbaik AS tahun 2017, namun penangangan atas insiden ini menuai kritik di media sosial.

‘Kronologi’ peristiwa
Jayse D Anspach -yang menerbitkan video menghebohkan ini- menulis semacam kronologi tentang peristiwa tersebut: “#United kelebihan penumpang dan ingin empat dari kami memberi kursi kepada karyawan yang perlu bekerja esok harinya.”

“Tidak ada yang mau secara sukarela, jadi United memutuskan untuk memilih kami. Mereka memilih seorang dokter Asia dan istrinya.”

“Dokter itu perlu bekerja keesokan harinya, jadi dia menolak,” jelas Anspach.

“Sepuluh menit kemudian, dokter itu berlari kembali ke pesawat dengan wajah berdarah, berpegangan pada tiang di belakang dan berteriak ‘Saya ingin pulang.” (bbc/ling)

Komentar

Komentar