Search
Thursday 18 December 2014
  • :
  • :

Tuti, TKI Terancam Hukuman Mati Menyangkal Tuduhan Jaksa

CitraIndonesia.Com : Juru bicara Satgas, Humphrey Djemat, menyatakan telah ada perkembangan baru yang melegakan mengenai kasus TKI Tuti Tursilawati. Dimana sedianya akan dihukum pancung (Qishas) dalam waktu dekat ini.

Pada tanggal 29 April 2012 yang lalu TKI Tuti di sidang ulang di Pengadilan ditingkat pertama di kota Thaif menyangkal semua  tuduhan Jaksa mengenai pembunuhan berencana yang dilakukannya.

TKI Tuti menyangkal bahwa kayu yang dipergunakan untuk membunuh sudah dipersiapkan. Katanya kayu itu sudah lama ada di dapur.

TKI Tuti juga menyangkal telah memakai baju laki-laki Arab sewaktu membunuh majikannya yang bernama, Suud Mulhaq Al-Qtaibi. Menurut TKI Tuti baju itu diselayangkan di pundaknya karena mau dicucinya.

Disamping itu TKI Tuti juga menyangkal memakai kaos tangan untuk menghilangkan jejak. Menurut TKI Tuti ia memakai kaos tangan karena kebiasaannya pada musim dingin.

Sebagaimana diketahui Tuti Tursilawati TKI asal Majalengka, Jawa Barat, pada awalnya dituduh membunuh majikannya yang bernama Suud Mulhaq Al-Qtaibi pada tanggal 11 Mei 2010 di kota Thaif.

Selanjutnya Tuti Tursilawati telah diadili di Mahkamah Umum yang menjatuhkan vonis hukuman mati (Qishas). Kemudian putusan tersebut diperkuat oleh Mahkamah Tamyiz (tingkat banding).

Di Mahkamah Ulya (Mahkamah Agung Arab Saudi) telah menguatkan Putusan Mahkamah sebelumnya sehingga vonis hukuman mati (Qishas) telah menjadi kekuatan hukum yang tetap bagi Tuti Tursilawati.

Selanjutnya Putusan Mahkamah Ulya tersebut telah di sampaikan kapada Gubernur Mekkah dan Gubernur Mekkah menyampaikan Putusan vonis tersebut kepada Kementerian Dalam Negeri. Kementerian Dalam Negeri menyampaikan vonis tersebut kepada Raja Arab Saudi untuk mendapatkan persetujuan pelaksanaan hukuman pancung terhadap Tuti Tursilawati.

Mengingat keadaan yang sudah sangat mengkhawatirkan tersebut, Presiden Republik Indonesia menyampaikan Surat Permohonan agar hukuman pancung terhadap Tuti Tursilawati dapat ditunda dan dimohonkan bantuan Raja untuk mendapatkan pemaafan, surat tersebut ditanda tangani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tengah malam tanggal 6 Oktober 2011.
Setelah surat tersebut disampaikan kepada Raja Arab Saudi,  Kementerian Dalam Negeri menyampaikan surat kepada Gubernur Mekkah untuk dilakukan upaya pemaafan terlebih dahulu dari pihak keluarga Korban untuk Tuti Tursilawati.

Menurut Humphrey Djemat sidang selanjutnya TKI Tuti akan dilakukan dalam 2 minggu mendatang untuk mendengarkan sanggahan dari keluarga Almarhum terkait tuduhan seksual yang dilakukan Almarhum terhadap TKI Tuti.

Di dalam persidangan nanti Pengacara TKI Tuti di Arab Saudi, Abdurrahim Al Hindi akan menyiapkan penolakkan terhadap hukuman Qishas yang dijatuhkan terhadap TKI Tuti dan alasan-alasan kuat lainya.

Menurut Juru bicara Satgas yang diterima redaksi CitraIndonesia.Com,  proses pemeriksaan ulang sidang terhadap TKI Tuti juga mengindikasikan bahwa Raja Arab Saudi sangat memperhatikan Surat Presiden SBY dan usaha-usaha pembelaan yang telah dilakukan secara maksimal selama ini.

Sebelumnya telah dilakukan pendekatan untuk membebaskan TKI Tuti dari hukuman pancung dengan adanya pertemuan mantan Presiden B.J. Habibie dengan Prince Al Waleed bin Talal Al Saud di Riyadh pada akhir tahun lalu. Di samping itu pihak Satgas dan perwakilan di Arab Saudi telah melakukan pendekatan dan pertemuan secara langsung dengan Ahli Waris dari korban Suud Mulhaq Al Qtaibi yang diwakili oleh Munif Suud Al Qtaibi yang merupakan anak dari Korban.

Pada saat ini kondisi TKI Tuti sehat dan tetap tegar menghadapi masalahnya bahkan beberapa waktu yang lalu ayah dan ibunya telah dipertemukan dengan TKI Tuti di Penjara di Thaif. (jfr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *