Weather United States Of America, Seattle United States Of America, Seattle +11°C

Citra Indonesia

Hampir Seluruh SPBU Tidak 100% Tepat Ukurannya

Hampir Seluruh SPBU Tidak 100% Tepat Ukurannya

June 10
07:14 2013
SPBU Pertamina (ilustrasi)

SPBU Pertamina (ilustrasi)

CIN- Hampir dipastikan seluruh pengusaha Stasiun Pompa Bahan Bakar Umum (SPBU) melakukan penipuan terhadap konsumen saat pembelian bahan bakar minyak (BBM).

Berdasarkan data diperoleh CIN, bahwa BBM yang dijual SPBU itu ke konsumen ternyata tidak ada yang sesuai dengan literannya.

Tapi biar tahu saja, pemilik SPBU yang tidak 100% tepat ukuran tidak akan ditindak. Pelanggarannya tidak melebihi batas toleransi pemerintah Cq Direktorat Metrologi, Kementerian Perdagangan RI, sebesar 0,5%.

Jadi SPBU ini pun nampaknya tidak digugat konsumen BBM melalui UU. No.8/1999 Tentang Perlindungan Konsumen.

Sebelumnya Dirjen Standardisasi dan Perlindungan Konsumen, Nus Nuzulia Iskhak, usai memperingati Hari Metrologi sedunia menegaskan “Kalau konsumen beli BBM 1 liter ya dapatnya harus 1 liter. Jangan dikurang- kurangin dong,”.

Berdasarkan data CIN, hasil uji petik atau (pengawasan terpadu) Direktorat Metrologi pada tahun 2011-2012, di SPBU seluruh Indonesia, faktanya secara umum melanggar. Tapi itu tadi, pelanggarannya tidak melebihi angka 0,5%.

Hasil pengawasan terpadu tahun lalu di 10 SPBU Merak (Banten) No.34.423.03, 34.422.09, 34.153.05, 34.156.07, 34.424.07, 34.424.08, 34.423.10 dan 34.157.06. Rata- rata penyimpangan terhadap standar sebesar 0,082%. Tak ada yang melebihi tolerasi 0,5%.

Di Brebes (Jateng) diawasi 9 SPBU, BKD-nya 0,183%. Karawang 4 SPBU, BKD 0,112%, Cirebon 8 SPBU, BKD 0,068%, Tangerng 1 SPBU, BKD 0,16%, Bogor 3 SPBU 0,208%, Yogyakarta 22 SPBU, BKD nya 0,09%, Solo 3 SPBU BKD nya 0,105%. Juga tidak ditemukan pelanggaran melebihi tolerasi 0,5%.

Pengawasan di wilayah Regional I (Sumatera) terhadap 449 SPBU, hasilnya baik. Pun di Indonesia Timur sebanyak 280 SPBU.

Di 2 wilayah ini, rata- rata tingkat kesalahan pengukuran BBM terbesar -0,22%,  terkecil -0,06%. Untuk Pertamax, rata- rata kesalahan -0,18% dan Premium -0,14%. Terkecil -0,11%.

“Semakin banyak SPBU Pasti Pas. Batas toleransi 0,3%. Kalau tiba- tiba SPBU Pasti Pas mereka 0,4%, mereka langsung minta tera ulang walau belum waktunya. Biasakan ada yang ditera ulang 6 bulan sekali. Nah kalau Metrologi kan 0,5 batas toleransinya. Jadi hasil pengawasan kita, tidak ada yang melebihi 0,5%,” ungkap Direktur Metrologi, Hari Prawoko, kepada CIN di ruang kerjanya (Bandung) akhir pekan lalu.

Pengawasan berdasarkan Permendag No.08/M-DAG/PER/03/2010 Tentang Alat Ukur, Takar, Timbang dan Perlengkapannya (UTTP) yang Wajib Ditera dan Ditera Ulang. Juga Permendag No. 50/M-DAG/Per/10/2009 tentang Unit Kerja dan Unit Pelaksana Teknis Metrologi Legal.

Menurut Hari Prawoko, tertibnya para pengusaha SPBU itu karena kian tingginya persaingan ritel BBM. Persaingan diharapkan memberikan  affirmative (keberpihakan) kepada konsumen.

“Kan sekarang ada SPBU milik asing. Ya Petronas, Shall, Total dan lainnya. Jadi SPBU- SPBU berlomba memberikan pelayanan terbaiknya yang pada akhirnya juga melidungi konsumen kita,” tandasnya seraya meminta transportir tidak lagi melakukan bidaya “kencing” ke pangkalan- pangkalan ilegal untuk dioplos.

Hari juga mengatakan, untuk periode 2013 ini, pelanggaran di sektor ini hampir sama dengan periode 2011 dan 2012.

“Tapi umumnya menjelang hari besar (Lebaran) kita turun ke lapangan mengawasi,” jelasnya. (olo)


Tags
Share

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Only registered users can comment.

Cari Konten

image003

Desainbagus.com - jasa pembuatan website dan toko online terbaik