Home Breaking News Toyota, Honda dan Nissan Temu Theresa May dan Engela Merkel

Toyota, Honda dan Nissan Temu Theresa May dan Engela Merkel

102
January 30, 2014, Tokyo, Japan - President Akio Toyoda of Japan's Toyota Motor Corp., flashes the thumbs-up sign during a presentation of its motor sports activities for 2014 in Tokyo on Thursday, January 30, 2014. They will include participation in the FIA World Endurance Championship and the Le Mans 24-hour race, the NASCAR racing series and the Super GT and Super Formula championships. Toyoda said its motor sports activities through Lexus Racing and Toyota Racing are aimed to bring more joy to more people through automobiles. (Photo by Natsuki Sakai/AFLO)

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Investor besar Jepang di Inggris, termasuk tiga produsen mobil besar dijadwalkan bertemu Perdana Menteri Theresa May dan Kanselir Jerman Engela Merkel hari ini.

Sebuah pertemuan dipahami pertama kali diajukan saat Theresa May saat dalam kunjungan kenegaraan di Jepang tahun lalu. Tapi itu terjadi di tengah perdebatan baru di antara bisnis mengenai negosiasi Brexit.

Produse mobil Nissan, Toyota dan Honda akan menghadiri perundingan tersebut, bersama dengan perwakilan dari bank dan perusahaan obat.

Pertemuan diadakan sore hari ini Kamis (8/2/2018).Para peserta ‘akan mencakup investor paling signifikan di Inggris di bidang perbankan, ilmu hayati, teknologi dan sektor manufaktur’, kata juru bicara Downing Street.

Perusahaan Jepang menghabiskan miliaran pound di Inggris selama beberapa dekade terakhir, untuk didirikan pabrik di negara tersebut untuk diperdagangkan di seluruh benua.

Nissan, Toyota dan Honda memulai operasi Inggris mereka di Inggris pada 1980-an dan sekarang membangun hampir setengah dari seluruh 1,67 juta mobil di Inggris. Sebagian besar diekspor.

Industri motor telah menyatakan kekhawatiran bahwa ekspor mereka bisa menghadapi tarif hingga 10% dan tunduk pada penundaan bea cukai setelah Inggris meninggalkan Uni Eropa.

“Chairman Nissan Eropa Paul Willcox akan bergabung dengan perwakilan dari perusahaan Jepang lainnya dalam pertemuan perdana menteri dan kanselir pada hari Kamis untuk membahas operasi dan investasi di Inggris,” kata firma tersebut dalam sebuah pernyataan.

‘Kami tidak akan mengungkapkan rincian diskusi’, jelasnya. (oca)

image_pdfimage_print

Komentar

Komentar