Presiden Jokowi Dorong Perguruan Tinggi Ciptakan SDM Yang Inovatif

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjelaskan, bahwa saat ini pemerintah sedang mengupayakan untuk membangun ekosistem yang cocok bagi pengembangan kewirausahaan.

Adapun ‎sejumlah langkah yang dimaksud seperti deregulasi, pembangunan infrastruktur, dan peningkatan kemudahan berusaha terus dilakukan pembenahan.

‘Namun, ekosistem pengembangan kewirausahaan bukan hanya dibangun oleh pemerintah saja. Pendidikan tinggi juga punya peran yang sangat strategis baik dalam mencetak SDM, entrepreneur yang unggul maupun dalam menghasilkan karya riset yang inovatif yang mendorong kewirausahaan,’ kata Jokowi dalam keterangan resmi Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin‎, Selasa (19/12/2017).

Kepala Negara menekankan, agar ‎aktivitas kewirausahaan tidak semata mengejar keuntungan bagi perusahaan, tapi juga melahirkan manfaat yang nyata bagi masyarakat luas.

‘Di kalangan anak muda telah banyak yang menjadi sociopreneur, yaitu memecahkan masalah sosial melalui cara-cara kewirausahaan. Misalnya memfasilitasi interaksi antarguru serta antara guru dan murid dengan membangun aplikasi namanya Ruang Guru,’ terangnya.

Presiden Jokowi berharap, agar perguruan tinggi mampu meningkatkan perannya dan turut serta membangun ekosistem kewirausahaan dan menyiapkan para sociopreneur yang baru.

‘Jangan terjebak pada rutinitas. Cara-cara baru harus dikembangkan, keinginan mahasiswa untuk berinovasi harus ditumbuhkan, kreasi-kreasi baru harus difasilitasi dan dikembangkan, para sociopreneur yang memecahkan masalah di masyarakat harus didukung,’ ucapnya.

Langkah peningkatan peran tersebut di antaranya dapat dimulai oleh perguruan tinggi dengan menyediakan fasilitas pendukung berupa co-working space dan sebagaimana yang biasa ditemui dalam kantor-kantor perusahaan startup yang kini mulai marak.

‘Dalam co-working space ini, para mahasiswa dan dosen saling bekerja sama menciptakan inovasi-inovasi,’ jelas Jokowi.

Bahkan, mantan Gubernur DI Jakarta itu menilai bahwa dalam perkembangannya co-working space tersebut dapat berkembang menjadi creative hub.

Di mana fasilitasnya bukan hanya sebagai tempat kerja bersama, namun juga membantu berjejaring dengan para inovator lain, mencarikan sumber pembiayaan, hingga membantu untuk mengembangkan jaringan pemasaran.

Kepala Negara mengakui bahwa hal itu tentu membutuhkan biaya. Namun, ia menyebut bahwa tidak semuanya dibiayai oleh perguruan tinggi. Pihak perguruan tinggi dapat menjalin kerja sama dengan perbankan dan perusahaan-perusahaan.

‘Artinya, perguruan tinggi harus menjadi bagian dari ekosistem nasional dalam pengembangan kewirausahaan. Cara kerja perguruan tinggi harus inovatif, pendidikan harus dilakukan dengan cara-cara baru, yakni dengan inovasi dan kreativitas,’ imbunya.

Selain itu, Presiden Jokowi juga menyadari bahwa bekerja dengan menemukan cara-cara baru bukanlah sesuatu yang mudah. Namun, ia menyadari bahwa UGM dan perguruan tinggi lainnya mampu mengemban tugas besar ini.

Ia berharap, UGM mampu menjadi contoh untuk perubahan besar dalam pendidikan tinggi yang menjawab tantangan IPTEK dan perubahan zaman. ‘Selamat ulang tahun ke-68 Universitas Gadjah Mada. Dirgahayu untuk kemajuan negeri tercinta,’ tutupnya. (pemi)




Mahasiswa Ini Benarkan Ada Buku Cantumkan “Yerusalem Ibu Kota Israel”

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Seorang mahasiswa Universitas Negeri Jember, Muhammad Arifin membenarkan adanya buku pelajaran IPS 6A SD di Kabupaten Jember, Jawa Timur, mencantumkan ibu kota Israel adalah Yerusalem.

‘Saat saya cek di toko, ternyata benar bahwa memang ada buku paket pelajaran IPS kelas 6 A SD, yang menyebut Yerussalem sebagai Ibu Kota Israel. Tidak hanya itu, di kolom Ibu Kota Palestina sengaja dikosongkan,’ katanya.

Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah tegas. “Jika dibiarkan sangat berbahaya terhadap pemahaman siswa SD yang masih polos,” ujarnya.

Sementara itu manajer toko buku Toga Mas, Andi, yang menjual buku tersebut mengaku tidak tahu tentang isi buku pelajaran tersebut. Menurutnya, ia akan segera berkoordinasi untuk menarik penjualan buku itu.

‘Saya akan langsung berkoordinasi dengan atasan, agar buku itu segera ditarik dari penjualan,’ kata Andi.

€Kepala Bidang Sekolah Dinas Pendidikan Jember Debora Krisnawati menyesalkan penyebaran buku itu. Seharusnya, sebelum beredar, isi buku seharusnya diteliti lebih dulu.

Ia mengatakan, buku tersebut bukan didistribusikan Dinas Pendidikan. Sejauh ini ia juga belum mengetahui apakah buku tersebut dijadikan buku wajib di sekolah atau tidak. Namun

‘Kami berjanji segera menghubungi penerbit, supaya buku itu ditarik dari peredaran,’ kata Debora.

Kota Yerusalem diakui sebagai Ibu Kota Israel oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Pernyataan Trump tersebut memantik gelombang protes, terutama di Indonesia.

Sejumlah aksi digelar di Kedutaan Besar AS di Jakarta mendesak Trump mencabut pernyataan itu. Pemerintah Indonesia juga menggalang dukungan dari dunia internasional agar pengakuan AS itu tidak diikuti oleh negara-negara lain (sumber : cnn).




Penerima KIP Tahun 2018 Tambah jadi 19,4 Juta Siswa

KLATEN, CITRAINDONESIA.COM- Pemerintah membagikan KIP kepada para siswa SD, SMP, SMA, dan SMK di Klaten, Selasa (12/12/2017). Tahun 2017 ditergetkan jumlah penerima KIP bertambah lagi menjadi 19,4 juta siswa.

‘Secara nasional tahun ini dibagikan 17,9 juta KIP kepada siswa SD, SMP, SMA, dan SMK’, ujar Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Puan Maharani saat membagikan bantuan itu di SMPN 1 Cawas, Klaten.

KIP terbagi tiga. Dan diberikan setiap pergantian tahun ajaran baru, besarannya  sbb ;

1. KIP untuk SD sebesar Rp450.000/tahun,

2. KIP SMP sebesar Rp750.000/tahun,

3. KIP SMA dan SMK sebesar Rp1 juta/tahun.

‘”Pengambilan KIP untuk siswa SD dan SMP di BRI, SMA dan SMK melalui BNI’, jelas putri Presiden Megawati Soekarnoputri itu.

Puan memperingatkan agar para siswa tidak menggunakan kepada yang lain seperti jalan- jalan atau beli pulsa. (parto)

 




Menristekdikti Apresiasi Pihak Swasta yang Dukung Pendidikan

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengapresiasi pihak swasta yang mau mendukung pendidikan.

“Saya sangat mengapresiasi pihak swasta yang mau membantu pemerintah dalam upaya memajukan dunia pendidikan nasional. Bisa lewat dana CSR atau program khusu seperti yang dimiliki Lippo Group ini. Saya meyakini bantuan ini bisa menjadi investasi yang baik dalam mencetak pemimpin yang berkulitas untuk masa depan,” kata Nasir dalam acara penyerahan Bantuan bagi Mahasiswa Berprestasi (BMB) Lippo Group kepada 10 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Auditorium Gedung D Kemenristekdikti Senayan, Jakarta, Senin (11/12/2017).

Nasir menegaskan, keterlibatan pihak swasta menjadi sangat strategis mengingat pemerintah kerap terbentur oleh anggaran. Ia berharap, pada tahun depan ada semakin banyak pihak swasta yang mau terlibat membantu pemerintah.

“Saya ucapkan terima kasih pada Lippo Group atas dukungannya, kami meyakini bantuan ini akan bermanfaat bagi para mahasiswa ke depannya,” ujar Nasir.

Menristekdikti menuturkan, di sejumlah negara maju, pihak swasta berperan besar dalam mendanai riset di perguruan tinggi. Seperti di Singapura dan Malaysia, dana yang digelontorkan pihak swasta dan pemerintahnya hampir setara.

Sementara itu, di Indonesia, sebagian besar dana riset masih ditanggung pemerintah. Kendati demikian, Nasir bersyukur setiap tahun dana beasiswa dari pihak swasta untuk mahasiswa terus mengalir.

“Kolaborasi antara pemerintah dan swasta harus ditinggkatkan Bangsa yang menang bukan bangsa yang memiliki banyak penduduk, tapi bangsa yang menang adalah bangsa yang memiliki inovasi. Kita tidak bisa menghindari kemajuan teknologi dan informasi, kita harus terus berkolaborasi untuk masa depan yang lebih baik,” kata Menristekdikti. (*)




PPN Gelar Pendidikan Cinta Quran

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- PT Pertamina Patra Niaga (PPN) menyelenggarakan pendidikan Cinta Alquran terpadu dan sistematis bagi para karyawan yang tergabung dalam awak mobil tangki (AMT), mulai Senin (27/11/2017) di Terminal BBM Jakarta Group Plumpang, Jakarta Utara.

“Perusahaan sengaja memfasilitasi kegiatan tersebut agar AMT mampu memaknai kehidupan sehari-hari melalui nilai-nilai spiritual yang sesuai dengan Alquran,” kata Direktur Operasi PT Pertamina Patra Niaga Abdul Cholid, dilansir dari republika, Selasa (28/11/2017).

Cholid berharap kegiatan tersebut bisa memberikan wawasan bagi mereka mengenai prinsip keseimbangan dunia dan akhirat, kebutuhan jasmani dan rohani, hingga kepentingan individu dan sosial.

“Dengan adanya stimulus kegiatan yang bersifat keagamaan, diharapkan awak mobil tangki dapat menggali potensi diri berupa akal, ilmu, iman, dan amal,” ungkap Cholid.

Dengan membekali ilmu Alquran, jelas Cholid, diharapkan awak mobil tangki bisa terus mengamalkan nilai-nilai Alquran dalam kehidupan berkeluarga dan pekerjaan sehari-hari.

Dia pun merasa bangga karena karyawan menyambut baik kegiatan tersebut. Dengan mengerti ilmu Alquran, Cholid yakin kinerja mereka bisa semakin baik dan berusaha mewujudkan moto zero fatality atau tingkat insiden nol di jalan raya.

PT Pertamina Patra Niaga, menurut Cholid, optimistis ketika kualitas pribadi dan keimanan sumber daya manusia membaik, imbasnya akan menghasilkan kinerja yang nyata dan bermanfaat baik bagi diri sendiri, keluarga, perusahaan, maupun masyarakat. Karena itulah, pihaknya mendukung terbentuknya generasi AMT Cinta Quran tersebut.

Cholid menuturkan, awak mobil tangki merupakan mitra PT Pertamina Patra Niaga dalam mendistribusikan bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG/elpiji) kepada masyarakat sebagai penugasan dari PT Pertamina (Persero). Fakta tersebut menunjukkan, mereka berperan sangat strategis bagi perusahaan dan masyarakat.

Pada tahap awal, ungkap Cholid, ada 25 peserta yang mengikuti program tersebut. Mereka secara suka rela mendaftar. Proses belajar diselenggarakan pada Ahad dan Senin. “Karena dua hari itulah mereka memiliki waktu luang karena kebanyakan libur,” tutur Cholid.

Harun Alrasyid, salah satu pengajar dari lembaga Cinta Quran, menyatakan metode yang diterapkan menggunakan in house training yang mengacu pada standar pembelajaran Quran dengan menjaga kaidah-kaidah keilmuan yang sahih.

Sistem belajar interaktif yang memadukan antara kekuatan audio dan visual dengan konsep metode mudah tanpa hafalan dan teori rumit, cepat karena satu hari latihan, fun atau menyenangkan dengan latihan interaktif, ilmiah karena sesuai dengan kaidah ilmu Quran.

Peserta dibekali modul belajar, rapor prestasi, pendampingan online usai pelatihan, sertifikat, dan training kit.

Andreas, salah peserta program Cinta Quran, mengaku gembira bisa belajar Alquran. Dia tak merasa malu meski harus memulai dari nol.

“Mengapa harus malu sama orang lain? Saya tentu malu sama Allah karena selama ini tak bisa membaca Alquran,” imbuhnya. (*)




Dukung PAUD, Ibu Negara Berikan Penghargaan Kepada Wali Kota Tangerang

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Ibu Negara Republik Indonesia selaku Bunda PAUD Nasional, Iriana Joko Widodo memberikan penghargaan kepada Wali Kota Tangerang, Arief R. Wismansyah dan Istrinya, Aini Suci Wismansyah atas kinerja dan kepeduliannya mendukung gerakan nasional PAUD berkualitas.

Pemberian Penghargaan tersebut didampingi oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy di Hotel Allium, Jl. Benteng Betawi, Tangerang, Senin (20/11/2017), dalam rangka Anugerah PAUD Tingkat Nasional Tahun 2017.

Dalam dialognya dengan sejumlah undangan pada acara tersebut, istri presiden Republik Indonesia yang turut didampingi oleh Ibu wakil presiden RI Hj. Mufidah Jusuf Kalla beserta OASE kabinet kerja ini mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Wali Kota Tangerang atas perhatian yang telah diberikan kepada pendidikan anak usia dini di kota Tangerang.

“Terima kasih atas perhatiannya untuk guru – guru PAUD, kota Tangerang bisa jadi contoh buat daerah lain untuk perhatiannya kepada PAUD,” ujar Iriana dalam keterangan tertulis, dilansir dari Republika.

Sementara itu, Wali Kota Tangerang, Arief R. Wismansyah yang ditemui usai acara penghargaan tersebut mengatakan bahwa penghargaan ini harus menjadi motivasi bagi pemkot untuk terus berbuat maksimal dalam memajukan pendidikan generasi muda kota Tangerang.

“Kebanggan banget karena kita jadi tuan rumah acara level nasional yang dihadiri Ibu Negara.Penghargaan ini untuk kategori kepedulian pemda untuk pendidikan PAUD, juga jadi motivasi buat pemkot untuk terus meningkatkan kualitas PAUD di kota Tangerang,” ujar dia.

Arief mengatakan, Pemerintah kota Tangerang telah menganggarkan sebesar 38 Miliar yang diperuntukan untuk dana insentif guru paud baik formal dan non formal dan juga pembinaan kepada guru – guru PAUD yang ada di Kota Tangerang.

“Sebagai bukti kalau Pemkot mendukung dan peduli dengan kualitas pendidikan anak yang juga masa depan kota Tangerang,” kata Arief. (*)




Pendidikan Vokasi Terapkan 70 Persen Praktik di Industri

KEDIRI, CITRAINDONESIA.COM- Pemerintah tengah memfokuskan pelaksanaan program pendidikan dan pelatihan vokasi sebagai salah satu langkah untuk mendorong pemerataan pembangunan dan ekonomi nasional. Melalui program prioritas ini, kurikulum pendidikan ditransformasikan agar bisa sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.

“Dengan penyesuaian kurikulum, pembelajaran akan menjadi 70 persen program produktif. Di samping itu, diterapkan juga sistem link and match antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan industri. Kami sudah memulai di awal tahun,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto seusai menjadi narasumber pada Dialog Nasional Sukses Indonesiaku di PT Gudang Garam Tbk., Kediri, Jawa Timur, Rabu (15/11/2017).

Untuk program yang dimulai sejak Februari 2017 ini, Kementerian Perindustrian sudah meluncurkan empat tahap hingga bulan Oktober, yaitu meliputi wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah dan D.I. Yogayakarta, Jawa Barat serta Sumatera bagian utara (Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau dan Kepulauan Riau). Dari keempat tahap tersebut, Kemenperin telah melibatkan sebanyak 565 industri dan 1.795 SMK.

“Sampai saat ini, kami mampu menghasilkan 254.037 tenaga kerja kompeten yang bersertifikat. Upaya ini bertujuan memenuhi target Bapak Presiden untuk menghasilkan satu juta tenaga kerja kompeten melalui program pendidikan vokasi sampai tahun 2019,” paparnya.

Program pendidikan vokasi akan dilakukan kembali untuk wilayah Sumatera bagian Selatan serta Provinsi DKI Jakarta dan Banten.

Menperin menyampaikan, pihaknya telah memetakan kebutuhan yang diperlukan oleh SMK saat ini, utamanya yaitu memperbarui peralatan yang sesuai digunakan di industri. Dengan program link and match, pemerintah juga memperbaiki struktur kurikulum pendidikan agar para siswa SMK lebih banyak memanfaatkan fasilitas yang ada di industri melalui praktik kerja atau magang.

“Jadi, siswa SMK diberikan kesempatan untuk berlatih di industri,” jelasnya.

Menurut Menteri Airlangga, program yang merupakan amanat dari Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK, pelaksanaannya telah dikoordinasikan bersama lintas kementerian dan lembaga seperti Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Kementerian BUMN, Kementerian Ketenagakerjaan, serta KADIN.

“Kami semua sedang bergerak. Saat ini sudah ada 34 program studi terkait industri. Maka diharapkan, melalui pendidikan vokasi, 600 ribu lulusan SMK bisa mendapatkan lapangan pekerjaan,” ujarnya.

Saat ini, jumlah lulusan SMK setiap tahunnya sekitar 1,3 juta orang, sedangkan perguruan tinggi hanya bisa menerima 700 ribu orang.

Menperin juga menyebutkan, jumlah tenaga kerja industri manufaktur di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Misalnya, tenaga kerja di tahun 2006 sebanyak 11,89 juta orang meningkat menjadi 15,54 juta orang pada tahun 2016, atau dengan rata-rata kenaikan sekitar 400 ribu orang per tahun.

“Berdasarkan perhitungan kami, dengan rata-rata pertumbuhan industri sebesar 5-6 persen per tahun, dibutuhkan lebih dari 500-600 ribu tenaga kerja industri baru per tahun,” ungkapnya.

Kegiatan Dialog Sukses Indonesiaku yang juga dihadiri Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi serta Direktur PT. Gudang Garam Tbk. Istata T. Siddharta, ini diikuti lebih dari 8.000 orang, terdiri 4.000 siswa SMK dan 4.000 orang tua wali murid SMK se-Kabupaten dan Kota Kediri.

Selain itu, 83 orang kepala sekolah SMK dan 100 orang wali kelas SMK se-Kota dan Kabupaten Kediri. Selain berinteraksi dengan para siswa SMK, kedua menteri memberi semangat kepada mereka agar terus belajar untuk menjadi generasi yang bermanfaat bagi bangsa dan negara.

Menhub memberikan apresiasi kepada Kemenperin yang telah menjalankan program pendidikan vokasi berbasis link and match dengan industri. “Bagus dan harus terus dilanjutkan,” ujarnya.

Kementerian Perhubungan sendiri memiliki 26 lembaga pendidikan dan pelatihan bidang transportasi yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. (pemi)




Parah! Kualitas Pendidikan di Indonesia Disebut Masih Rendah

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Penggiat Pendidikan Najelaa Shihab mengungkapkan, pendidikan di Indonesia kini kehilangan daya, dan sangat jauh ketinggalan, khususnya bila dibandingkan dengan negara luar.

“Parah, separah-parahnya,” ucap Najelaa Shihab, pegiat pendidikan, saat menggambarkan keadaan pendidikan Indonesia, di Kumparan On-boarding Batch 2, Selasa (14/11/2017).

Sulitnya akses, rendahnya kualitas, dan tidak semua anak dapat mengenyam pendidikan menjadi penyebab utama buruknya pendidikan di Indonesia. Najelaa menambahkan, di Indonesia, pendidikan belum dapat menjadi juru selamat.

“Kemungkinan keluarga miskin untuk keluar dari kemiskinan lewat pendidikan itu sulit,” tutur pendiri Komunitas Guru Cikal ini.

Padahal, pendidikan sendiri memiliki fungsi untuk membuat manusia berdaya. Najelaa mengatakan, penyebab dari hilangnya fungsi dari pendidikan ialah simplifikasi masalah dan miskonsepsi.

“Tanggung jawab orang tua itu ke semua anak, bukan hanya pada anaknya sendiri,” keluh Najelaa ketika menerangkan miskonsepsi yang terjadi di dunia pendidikan Indonesia.

Untuk memulai perubahan, tutur Najelaa, harus dimulai dengan mencari alternatif yang dapat dijangkau. Misalnya, untuk mengatasi minimnya pendidik di daerah terpencil, mengirim 900 video pendidik lebih efektif daripada mengirimkan satu pendidik.

Najelaa menambahkan, orang tua dan guru harus dapat memengaruhi pemerintah dalam memutuskan kebijakan. Hal tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan piramida terbalik, di mana posisi orang tua dan guru berada di atas. Tujuannya, agar kebijakan dapat menyelesaikan permasalahan yang nyata tidak berdasarkan opini. (kumparan)




Najwa Shihab Usul Jokowi Dana Desa untuk Pendidikan

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Duta Baca Nasioanl Najwa Shihab mengingatkan agar alokasi Dana Desa jangan hanya digunakan untuk pembangunan infrastruktur, tapi juga untuk pembangunan pendidikan.

“Saat ini kami sudah usulkan ke Presiden dan Alhamdulillah, sudah ditanggapi walaupun sekarang belum terealisasi,” kata Najwa yang juga jurnalis senior itu di Palu, dilansir dari Antara, Jumat (3/11/2017).

Najwa mencontohkan penggunaan Dana Desa itu seperti membangun perpustakaan desa dan mengaktifkan kegiatan literasi di perdesaan. Dari segi aturan, hal tersebut memungkinkan untuk dilakukan.

“Saya juga sudah bertemu dengan Menteri Desa, itu aturan memungkinkan, tapi lagi-lagi karena Dana Desa, tidak bisa dari atas, tetapi melalui musyawarah desa,” ujarnya.

Yang perlu dilakukan, Najwa mengatakan, harus berusaha meyakinkan kepala desa dan masyarakat bahwa dana sekitar Rp 1 miliar itu, jangan semua dipakai untuk infrastruktur. Sebagian bisa dibelanjakan untuk membeli buku atau pun melengkapi sekolah, minimal pendidikan anak usia dini (PAUD).

Najwa melakukan kunjungan ke Kota Palu, Kamis (2/11). Najwa di Palu bertemu dan memberikan motivasi kepada ribuan mahasiswa di Universitas Tadulako (Untad) Palu.

Dalam kegiatan itu, Najwa memberikan apresiasi kepada pelaksana kegiatan, karena memberikan ide kreatif, yakni peserta hanya dibebankan membawa buku, yang kemudian akan disalurkan untuk menambah bahan-bahan bacaan.

“Mudah-mudahan akan semakin semarak kegiatan literasi di sini,” katanya.

Dalam kegiatan itu, Najwa Shihab juga memberikan penjelasan bahwa dia belum berminat untuk menjadi menteri setelah mundur dari salah satu media nasional, beberapa waktu lalu.

Dia menjelaskan informasi yang menyatakan dia akan menjadi menteri tidak benar. Dia mengatakan berhenti dari salah satu stasiun televisi, bukan berarti berhenti dari profesi sebagai wartawan.

Di Palu, selain menjadi motivator bagi mahasiswa Universitas Tadulako, Najwa juga mengunjungi rumah sahabat orang tuanya, yakni Ketua Utama Alkhairaat Habib Saggaf Aljufri serta berziarah ke makam pendiri perguruan Alkhairaat Habib Sayyid Idrus bin Salim Aljufri.

“Ini kali pertama saya menginjakaan kaki di Kota Palu,” katanya. (*)




Pendidikan Monoton, Jokowi: Jangan Belajar di Ruangan Saja

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui, metode pendidikan kita sudah terlalu lama monoton. Kalau tidak kita rombak, tidak diubah secara total, maka dibutuhkan 128 tahun untuk bisa menyamai negara-negara maju saat ini sebagaimana ditulis oleh seorang profesor dari Harvard.

“Itu pun di Jakarta,” kata Presiden Jokowi menanggapi ungkapan dari seorang peserta dari Ruang Guru, yang hadir dalam acara Peringatan Hari Sumpah Pemuda, di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (28/10/2017).

Menurut Jokowi, problem besar kita adalah geografi kita yang berpulau-pulau, 17.000 Pulau. Presiden mengemukakan, tidak mudah menjangkau dari pusat ke daerah, terutama yang berkaitan dengan pendidikan.

“Saya kira perubahan akan nampak kalau kita berani menggunakan aplikasi-aplikasi sistem yang memang memudahkan anak-anak untuk belajar, dan saya paling senang kalau anak-anak kita ini tidak belajar di ruangan saja,” tutur Presiden Jokowi.

Jokowi mencontohkan, misalkan anak-anak Sekolah Dasar (SD) kenapa tidak dibawa ke kantor bank biar mengerti mengenai sistem keuangan, kenapa tidak diajak ke misalnya pabrik garmen untuk melihat sebetulnya yang namanya pabrik itu apa. Bisa saja diajak ke museum untuk mengenalkan sejarah secara riil, mengenalkan artefak-artefak lama yang konkret.

“Kita sudah terlalu lama selalu belajar di ruangan. Kalau saya senangnya ya 60:40, 40 di ruangan, 60 nya di luar ruangan,” ujar Presiden Jokowi seraya menambahkan, anak-anak harus dihadapkan pada problem-problem, dihadapkan pada tantangan-tantangan, dihadapkan pada masalah masalah.

“Jangan hanya rutinitas seperti yang telah kita kerjakan bertahun-tahun. Kalau kita berani berubah seperti itu, tantangan-tantangan ini akan secara cepat bisa kita hadapi,” ucap Presiden Jokowi.

Menurut Presiden, anak harus langsung dihadapkan pada tantangan, dihadapkan pada masalah, dihadapkan pada problem-problem yang riil, yang ada sesuai dengan level masing-masing. SD dengan SMP yang berbeda dong, SMP dengan SMA yang berbeda, SMA dengan Universitas juga berbeda-beda.

“Saya kira kalau ini bisa kita kerjakan, apalagi dengan aplikasi sistem yang bisa menjangkau sampai daerah-daerah terpencil, sampai pulau-pulau terluar kita, itu akan lebih cepat perubahan itu,” kata Presiden meyakini seraya menyampaikan terima kasih atas masukannya dari Ruang Guru. (pemi)