Home Breaking News Tim Penasehat Hukum “Kutuk Teror Sang Pejuang KPK”

Tim Penasehat Hukum “Kutuk Teror Sang Pejuang KPK”

147
Penyidik senior KPK, Novel Baswedan, mengalami penyerangan fisik di Kawasan Kelapa, Gading, Selasa pagi (11/4/2017).

Seperti siaran tertulis dari Penasehat Hukum Saipul Jamil yang diterima citraindonesia.com, Selasa (18/4/2017), menyampaikan, Kami Tim Penasehat Hukum Saipul Jamil sebagai pengacara yang sedang menangani Kasus di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan sebagai sesama penegak hukum, turut prihatin terhadap musibah yang menimpa Penyidik Senior KPK, Bapak Novel Baswedan.

Bahwa teror yang dilakukan tersebut adalah perbuatan keji dan tidak berprikemanusiaan. Meyakini tragedi Novel Baswedan tidak akan menghentikan langkah KPK tetapi membuat KPK semakin bersemangat dalam memberantas Korupsi.

KPK merupakan Lembaga Hukum yang memegang amanat Rakyat Indonesia dalam membersihkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari praktik-praktik masif kejahatan perorangan maupun kelompok dalam penyalahgunaan kewenangan, penyimpangan kepercayaan maupun memperkaya diri dengan yang bukan menjadi haknya.

Cara-cara radikalisme, main hakim sendiri (Eigenrichting) apalagi model-model teror yang ditujukan kepada para Penerima Amanat dan Penegak Hukum di KPK, seperti yang menimpa Bapak Novel Baswedan membuktikan bahwa pendampingan hukum/avokasi yang profesional sangat dibutuhkan sehingga pihak-pihak yang dalam penanganan KPK tidak perlu merasa terpojok sebelum menjalani proses hukum yang manusiawi dan sesuai hukum, prosedur serta tata aturan yang berlaku di Indonesia.

Sebagai Negara hukum, di Indonesia setiap Warga Negara pasti dilindungi. Termasuk Warga Negara yang telah melanggar hukum, seperti pelanggaran Tindak Pidana Korupsi yang langsung bersentuhan dengan KPK.

Bahkan seorang Terdakwa sekalipun, dan mereka yang sudah berstatus Terpidana , tetap memiliki hak dan kewajibannya. Hak Asasinya sebagai manusia tidak dapat dihapuskan.

Oleh sebab peristiwa yang terjadi dan menimpa Bapak Novel Baswedan mendorong Kami membuat pernyataan ini. Tanggung jawab profesi Kami menuntut Kami untuk menyuarakan kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya kepada para pihak yang saat ini sedang dalam penanganan KPK, bahwa sebagai Warga Negara Indonesia kiranya berpikir dan bertindak bijak serta percaya bahwa Hukum masih berlaku di Negara ini.

Para profesional dibidang hukum, seperti advokat, merupakan sumber daya manusia Indonesia yang sangat dibutuhkan dalam penyelesaian masalah hukum. Tanpa perlu melakukan tindakan melawan hukum (lagi), sebagai manusia, Rakyat Indonesia dapat menjadi pihak menjunjung tinggi Hak Asasi diri sendiri dan sesamanya serta dengan sadar mengakui peran Negara dalam melindungi warganya dalam bidang hukum.

Jika hal ini dapat dimengerti, dipahami, dan diterima oleh semua pihak, tentunya kejadian tragis yang terjadi dan dialami oleh Bapak Novel Baswedan tidak akan terjadi. Kami dapat memahami apabila ada pihak-pihak yang keberatan terhadap penegakan hukum KPK, itu manusiawi.

Bisa saja fakta di masyarakat bahwa semua kasus yang ditangani KPK hampir 100% benar. Namun demikian, bukan berarti seluruhnya terbukti benar atau berakhir sesuai
dengan tuntutan, karena tentunya ada fakta-fakta hukum lainnya yang saling mempengaruhi hasil akhir.

Artinya, proses hukum itu sendiri bukanlah akhir segalanya. Itu sebabnya dalam proses tersebut sangat dibutuhkan tenaga ahli yang handal, profesional, dan mampu meyakinkan semua pihak.

Sehingga hasil akhir dari proses hukum tersebut tidak semata-mata merugikan atau mengorbankan salah satu pihak bahkan semua pihak bahkan bisa saja merugikan Negara. Kehadiran Kami sebagai advokat bukan hanya sebatas penasehat hukum, tapi sesungguhnya lebih daripada itu memberikan dukungan dan berjuang bersama-sama demi terpenuhinya hak-hak berdasarkan hukum yang berlaku.

Sesama manusia, dan juga kawan seperjuangan dalam penegakan hukum, Kami dari Tim Penasehat Hukum Saipul Jamil mendoakan supaya Bapak Novel Baswedan diberikan kesembuhan dan misteri teror ini dapat segera terungkap.

Salam Penegakan Hukum, Tim Penasehat Hukum Saipul Jamil
– RM. TITO HANANTA KUSUMA, S.H., M.M
– HALIM DARMAWAN, S.H, M.H
– TAUFIK NASUTION, S.H., CLA
– YOSHITO SIBURIAN, S.H
– DR.DHONI MARTIEN, S.H.,M.H
– IRWAN HIDAYAT, S.H.,M.H
– DENNIE ARIE MAHESA, S.H
– STEVEN WIJAYA, S.H

Komentar

Komentar