Home Breaking News The Fed Khawatir Kenaikan Inflasi AS

The Fed Khawatir Kenaikan Inflasi AS

1252
Pimpinan The Fed Janet Yellen. foto reuters.

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Pimpinan bank sentral AS atau The Fed kian khawatir dengan tingkat inflasi yang semakin tinggi disebabkan harga- harga kebutuhan yang melonjak tajam. Sebelumnya target inflasi 2%.

Ini mungkin tren jangka panjang, bukan hanya faktor jangka pendek. Maka The Fed mendesak agar “semua sabar” karena tengah mempertimbangkan rencana menaikkan suku bunga.

Seperti diketahui bahwa para analis memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga setahun sekali lagi. Ada yang khawatir kareannya.

Namun beberapa anggota the fed mengatakan kesediaannya untuk mengambil tindakan itu, tapi akan bergantung pada data ekonomi yang masuk.

“Semua sepakat bahwa mereka akan memantau dan menilai data masuk sebelum melakukan penyesuaian lebih lanjut terhadap tingkat dana federal,” kata mereka.

Publikasi risalah dari pertemuan Pimpinan The Fed pada September yang lalu telah menyoroti pertanyaan tentang tingkat inflasi.

Interpretasi data baru kemungkinan akan dipersulit oleh efek dari badai baru-baru ini, yang mendatangkan malapetaka di beberapa bagian negara, termasuk Texas dan Florida.

Ketua Federal Reserve Janet Yellen juga memberikan pidato bulan lalu dengan fokus pada ketidakpastian the Fed tentang apa yang mendorong tren inflasi.

Dia sebelumnya menekankan bahwa lagging inflation mungkin karena faktor sementara, seperti harga yang lebih rendah untuk rencana ponsel.

Namun dalam sambutannya, dia mengatakan faktor lain mencakup perubahan jangka panjang terhadap harga perawatan kesehatan, didorong Undang-Undang Perawatan Terjangkau, serta pergeseran ekonomi yang dikeluarkan oleh internet, seperti belanja online dan transparansi harga yang lebih tinggi.

Ketidakpastian memperkuat kasus penyesuaian “bertahap”, katanya.

Sarah House, seorang ekonom berbasis di Charlotte Wells Fargo, mengatakan bahwa dia merasa Tfe Fed tetap berada di jalur untuk menaikkan suku bunga setahun sekali.

Namun dia mengatakan, diskusi tersebut merupakan pengingatan bagi investor yang akan terus meningkat meski itu relatif terbatas.

“The Fed sedang dalam siklus pengetatan, tapi sepertinya tidak seperti siklus pengetatan yang pernah kita lihat di tahun-tahun sebelumnya,” katanya. (dewi)

Komentar

Komentar