Home Breaking News Terungkap Skandal Kementerian Pertahanan Jepang

Terungkap Skandal Kementerian Pertahanan Jepang

217
Menteri Pertahanan Jepang, Tomomi Inada.

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- NHK memiliki informasi baru mengenai sebuah skandal yang telah mengguncang pertahanan Jepang.

Sumber yang dekat dengan Kementerian Pertahanan mengatakan bahwa pejabat tinggi memutuskan tidak mengungkapkan log harian kegiatan pemeliharaan perdamaian Pasukan Bela Diri di Sudan Selatan.

Pejabat kementerian telah memelihara log yang telah hancur tersebut, namun kemudian mengumumkan bahwa mereka menemukan catatan yang tersimpan di komputer pribadi pada perintahnya.

Sumber tersebut mengatakan, Wakil Menteri Pertahanan Perkeretaapian Tetsuro Kuroe, Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal Toshiya Okabe, dan pejabat senior lainnya mengadakan sebuah pertemuan pada tanggal 15 Februari membahas bagaimana menangani kayu bulat tersebut.

Sumber tersebut mengatakan bahwa pejabat tersebut memutuskan mereka tidak perlu mengungkapkan log tersebut karena catatan tersebut adalah data pribadi yang disimpan oleh petugas GSDF dan tidak jelas apakah log adalah dokumen yang harus dipublikasikan.

Sumber tersebut juga mengatakan Kuroe dan Okabe menghadiri pertemuan terpisah pada hari yang sama di kantor menteri pertahanan. Kepala pertahanan Tomomi Inada termasuk di antara para hadirin.

Sumber mengatakan Inada bertanya apa yang telah dilakukan petugas untuk mencoba menemukan log setelah mereka menerima permintaan pengungkapan informasi.

Inada membantah pada hari Rabu laporan media bahwa dia memutuskan untuk tidak mengungkapkan log hariannya.

Pejabat kementerian pertahanan telah melakukan penyelidikan khusus mengenai masalah tersebut sejak Maret. Mereka berencana menyajikan laporan sebelum akhir Juli.

Terungkapnya scandal ini akan semakin menyesakkan Perdana Menteri Chinzo Abe yang belum lama ini kalah dalam pemilihan tingkat parlemen setempat, yang kemudian meruntuhkan harga- harga saham unggulang Bursa Tokyo.  (*/ling)

image_pdfimage_print

Komentar

Komentar