Home Breaking News Terkait Rohingya, Ini Hasil Pembicaraan Melu Retno dan Aung San

Terkait Rohingya, Ini Hasil Pembicaraan Melu Retno dan Aung San

1251
Menlu Retno Marsudi (kiri) saat bertemu Aung San di Myanmar, Senin (4/9/2017). Foto AFP

JAKARTA, CITRAINDOENSIA.COM- Terkait nasib ribuan Muslim Rohingya, Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, sudah bertemu dengan Aung San Suu Kyi yang menjabat Konseler Negara, atau pemimpin tertinggi yang sebenarnya di Myanmar, Senin (04/09/2017).

“Saya hadir di Myanmar membawa amanah masyarakat Indonesia, yang sangat khawatir terhadap krisis kemanusiaan di Rakhine State dan agar Indonesia membantu,” jelas Menlu Retno kepada Aung San Suu Kyi, seperti tertulis dalam pernyataan pers Kementerian Luar Negeri Indonesia.

Menlu sudah bertemu Aung San Suu Kyi untuk meminta pemerintah Myanmar menghentikan kekerasan di Rakhine.

Dalam pertemuan itu, Indonesia menyampaikan usulan yang disebut Formula 4+1 untuk Negara Bagian Rakhine, berupa: “Empat elemen pertama merupakan elemen utama yang harus segera dilakukan agar krisis kemanusian dan keamanan tidak semakin memburuk,” jelas Menlu RI.

Sedangkan satu elemen lainnya adalah pentingnya agar rekomendasi Laporan Komisi Penasihat untuk Negara Bagian Rakhine yang dipimpin oleh Kofi Annan dapat segera diimplementasikan.

Sekelompok umat Islam menggelar unjuk rasa di depan Kedubes Myanmar di Jakarta untuk mengecam kekerasan di Rakhine.

Selain itu dicapai pula kesepakatan Indonesia dan ASEAN akan terlibat dalam penyaluran bantuan kemanusiaan di Rakhine, di bawah pimpinan pemerintah Myanmar, namun melibatkan ICRC.

Dalam pemberian bantuan ini, Indonesia selalu menekankan bahwa bantuan harus sampai kepada semua orang yang memerlukan, tanpa kecuali, tanpa memandang agama dan etnik.

Selain melakukan pertemuan dengan pemimpin Myanmar, Menlu RI juga melakukan pertemuan dengan tiga pejabat setingkat menteri yaitu menteri pada kantor presiden, penasihat keamanan nasional, dan menteri muda urusan luar negeri.

Menlu perlihatkan gambar Rumah Sakit untuk Rohingya akan dibangun Indonesia di Myanmar.

Rumah Sakit :

Pembangunan Rumah Sakit Indonesia saat ini masuk ke tahap II, yaitu pembangunan ruang dokter dan perawat. Rencananya pembangunan tahap II ini akan selesai dalam dua bulan. Setelah itu, pembangunan tahap III berupa pembangunan gedung utama rumah sakit akan dimulai. Bangunan Rumah Sakit ini menempati tanah sekitar 8000m2 dengan luas bangunan lebih dari 1000m2.

‚ÄúPembangunan tahap pertama Rumah Sakit Indonesia telah selesai dilakukan. Tahap Pertama ini meliputi pengurukan tanah sehingga rumah sakit tersebut tidak rentan terhadap banjir serta pembangunan pagar,” jelas Menlu dalam siaran pers Kemenlu. (bbc/dewi)

Komentar

Komentar