Home Breaking News Terima 450 Petani Tebu, DPR Minta Kemendag Stop Impor Gula

Terima 450 Petani Tebu, DPR Minta Kemendag Stop Impor Gula

805
Politisi Gerinda di Komisi VI DPR RI Khalimi terima auiensi petani tebu di Senayan 9 Oktober 2017.

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Anggota Komisi VI DPR RI Khilmi, meminta pemerintah kurangi volume atau sekalian stop importasi gula mentah atau raw sugar karena dipastikan menyengsarakan ribuan keluarga petani tebu.

“Kami di Komisi VI sedang berjuang bagaimana impor gula dikurangi, jika perlu stop,” tegas Khilmi saat menerima 450 orang perwakilan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Gresik – Lamongan di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (09/10/2017).

Khilmi mengamini importasi gula mentah mengancam produksi petani tebu. Dia juga menyoroti rembesnya gula rafinasi yang merupakan dari war sugar itu di pasaran yang kemudian menyingkirkan gula kristal putih produksi petani. Di mana kata dia harga gula kristal rafinasi itu jauh lebih muah dari gula pasir dari petani.

“Harusnya Kementerian Perdagangan menghitung kebutuhan riil masyarakat. Gula kita sendiri gak bisa diserap masyarakat. Tapi gula rafinasi membanjiri pasar. Sekarang gula petani ini ada di gudang semua. Ini harus dilihat Mendag,” tegasnya.

Khilmi juga mengungkapkan keherannya. Kata dia, kok produksi gula di dalam negeri sebanyak 5,6 juta ton per tahun itu lebih dari cukup secara nasional.

Di mana, kapasitas produksi PG raw sugar 7 juta ton/tahun. Yang dibutuhkan industri makanan dan minuman atau mamin cuma 2,7 juta ton per tahun. “Artinya ada selisih sekitar 3 juta ton. Lalu buat apa lagi impor?,” tanya dia.

Kareannya dia menyarankan bila swasembada gula tercapai, semua mesin- mesin jadoel pabrik gula (PG) harus direvitalisasi, termasuk milik PG BUMN.

“Kita mendorong swasembada gula, tetapi negeri kita sendiri seharusnya berani stop impor raw sugar kalau ingin melindungi petani,” pungkas politisi Gerindra. (adams)

image_pdfimage_print

Komentar

Komentar