Home Breaking News Teknologi Pertanin : BPPSDMP Kementan Fokus Ciptakan Penemu Muda

Teknologi Pertanin : BPPSDMP Kementan Fokus Ciptakan Penemu Muda

163
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Momon Rusmono. (Foto Ningsih/citraindonesia.com).

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) saat ini tengah fokus menciptakan penemu muda teknologi pertanian untuk mempercepat pencapaian swasembada pangan hingga Indonesia menjadi lumbung pangan dunia 2045 atau mampu memberikan makan dunia.

“Karena itu, melalui Program Gerakan Pemuda Tani Indonesia (Gempita) akan menggelar Agriventor 2017: Kompetisi Penemu Muda pada akhir tahun 2017,” Kepala BPPSDMP, Momon Rusmono di kantor Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Kamis (14/9/2017).

Hadir pada kegiatan ini Kepala BPPSDMP, Momon Rusmono, Kepala Badan Litbang Pertanian, Muhammad Syakir yang diwakili Sekretaris Badan Litbang Pertanian, Tenaga Ahli Menteri Pertanian, Afnan Malay, dan Koordinator Nasional (Kornas) Gempita, Muhammad Riyada.

“Teknologi di bidang pertanian berperan strategis dalam peningkatan produksi pertanian sehingga mendorong peningkatan nilai tambah produk pertanian dan tingkat pendapatan pelaku usaha pertanian,” katanya menambahkan.

Teknologi tersebut meliputi sarana produksi pertanian, seperti benih, pupuk, dan perlengkapan pertanian, teknologi produksi pertanian dan teknologi pengolahan hasil pertanian. Bersifat dinamis dan terus berkembang sesuai dinamika permintaan pasar. Namun, percepatan inovasi teknologi sangat ditentukan kapasitas SDM sebagai pelaku.

“Karena itu, kegiatan peningkatan kapasitas SDM untuk mengembangkan teknologi perlu dilakukan sebanyak mungkin, sebagai ajang untuk memperkaya inovasi teknologi,” jelasnya.

Ia tegaskan kegiatan tersebut menjadi dasar BPPSDMP Kementan mendukung penuh acara Agriventor 2017 yang digagas Gempita.

“Saya sangat berharap berdampak pada penguatan teknologi pertanian, penguatan pilar generasi muda di bidang pertanian, perluasan areal tanam, dan peningkatan produksi pangan,” tegas dia.

Inovasi teknologi pertanian akan cepat diadopsi oleh masyarakat pengguna jika memenuhi 4 (empat) syarat yaitu secara teknis mudah dilakukan, secara ekonomi meningkatkan pendapatan, secara sosial tidak bertentangan dengan norma kehidupan masyarakat dan secara lingkungan ramah terhadap lingkungan.

Percepatan inovasi teknologi sangat ditentukan oleh kapasitas sumberdaya manusia sebagai pelaku pengembang teknologi.

Oleh karena itu, kegiatan peningkatan kapasitas SDM untuk mengembangkan teknologi perlu dilakukan sebanyak mungkin, sebagai ajang untuk memperkaya inovasi teknologi.

Menurutnya, salah satu kegiatan yang dilakukan adalah dengan memberikan kesempatan kepada generasi muda baik mahasiswa atau masyarakat umum untuk berkompetisi di bidang inovasi teknologi sebagaimana yang digagas Gerakan Pemuda Tani indonesia (Gempita) melalui kegiatan Agriventor 2017. (Ning)

Komentar

Komentar