Home Breaking News Tak Sesuai Usulan, Upah Buruh Bekasi Naik 8,71 Persen

Tak Sesuai Usulan, Upah Buruh Bekasi Naik 8,71 Persen

127
Mantan karyawan demo PT MAJ, Bekasi. (Foto: Adam Citraindonesia)

BEKASI, CITRAINDONESIA.COM- Meski upah buruh bekasi termasuk salah satu paling tinggi di Jawa Barat, namun belum sesuai yang diusulkan asosiasi pekerja dari 11 kabupaten/kota yang meminta di atas 8,71 persen (%).

“Angka yang diusulkan itu berdasarkan pembahasan dewan pengupahan kabupaten dan kota masing-masing, dan ada rekomendasi bupati atau wali kota setempat. Pengusulan dari bupati dan walikota ini angkanya (kenaikan dari UMK tahun sebelumnya) sebesar 8,71%,” ungkap Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Barat Ferry Sofwan Arif dikutip dari Antara, Rabu (22/7/2017), dikutip dari cnn.

Sebelumnya, pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat telah menetapkan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) Bekasi naik hingga 8,71% menjadi Rp3,9 juta dari Rp3,6 juta pada tahun sebelumnya.

Ferry menjelaskan, semua bupati dan wali kota di provinsi Jawa Barat mengusulkan kenaikan 8,71 persen. Namun, menurut dia, asosiasi pekerja dari 11 kabupaten/kota, termasuk kota Bekasi sebenarnya mengusulkan UMK di atas 8,71 persen.

Selain Bekasi, permintaan serupa juga diajukan asosiasi Kota Depok, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, dan Kabupaten Subang. Adapun UMK di Depok sebesar Rp3,58 juta, Kabupaten Bogor Rp3,56 juta, Kabupaten Bekasi Rp3,91 juta, dan Kabupaten Subang Rp2,52 juta.

Kendati demikian, Ferry memastikan penetapan tersebut sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 yang mencakup formulasi perhitungan UMK tahun berjalan. Penetapan upah pun melalui pembahasan bersama antara perwakilan serikat pekerja, Apindo, dan pakar.

“Kalau buruh menyatakan penentuan UMK kali ini tanpa survei, itu salah. Ada survei lima tahun sekali terhadap kebutuhan pokok, kalau dulu kan pakai angka kehidupan hidup layak atau KHL,” jelasnya. (pemi)

image_pdfimage_print

Komentar

Komentar