Home Breaking News Susu, Australia dan Selandia Setuju Usul Trump Gugat Kanada ke WTO

Susu, Australia dan Selandia Setuju Usul Trump Gugat Kanada ke WTO

588
Peternak Sapi perah Australia.

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Produsen susu terbesar dunia, Australia, Selandia Baru, menggugat produsen Susu Kanada di WTO menyusul kata Presiden Donald Trump tentang perdagangan yang adil.

“Saya tidak berharap banyak negara melakukan apa pun selain mendukung tindakan WTO melawan Kanada,” kata peternak Sapi Perah Australia, John McQueen lewat telepon, rabu (19/4/2017) sepert dilansir dari reuters.

Sengketa ini terlait ulah peternak sapi perah Kanada termasuk Saputo Inc (SAP.TO) dan Parmalat Kanada [PLTPRC.UL].

Mereka menghantam kesepakatan harga tahun 2016 bahwa kelompok-kelompok industri di Australia, Selandia Baru, Uni Eropa, Meksiko dan Amerika Serikat sesuaikan harga bahan susu dalam negeri untuk keju di bawah harga ekspor.

Artinya Kanada ini diduga juga terindikasi praktek dumping atau menjual barang lebih murah di negara tujuan ekspor dari harga pasar  lokalnya.

Presiden AS Donald Trum saat kunjungan ke perusahaan pembuat keju dari Wisconsin Selasa, mengatakan dia akan “melindungi peternak sapi perah”.

Dia menambahkan “di Kanada beberapa hal yang sangat tidak adil terjadi pada peternak sapi perah kita dan orang lain,” sindir Trump.

Trump tidak menentukan bagian sektor mana yang dia lindungi terhadap petani Sapi perah serta mengubah tarif susu aagar tidak dirugikan Kanada lagi.

Dia lantas berjanji akan menyampaikan kasus menimpa usaha Sapi perah beberapa negara itu ke WTO.

Amerika Serikat adalah eksportir keju terbesar di dunia di luar Eropa.

Menteri Perdagangan Selandia Baru Todd McClay kepada Reuters dalam sebuah email bahwa pemerintahnya “sedang mengevaluasi WTO-konsistensi” kebijakan industri susu Kanada. Mereka prihatinan dengan pemerintah Kanada.

“Bersama-sama dengan negara-negara pengekspor susu lainnya, termasuk AS, kami mempertanyakan kebijakan tersebut di WTO pada pertemuan Pertanian di Jenewa baru-baru ini bulan lalu,” kata McClay.

Malcolm Bailey, ketua Asosiasi Perusahaan Susu Selandia Baru, bilang organisasinya dan kementerian luar negeri mengumpulkan informasi untuk diajukan ke WTO.

Selandia Baru, negara terbesar eksportir kedua keju non-Eropa mengatakan: “Cukup jelas membangun sebuah koalisi membawa kasus ini ke WTO,” kata Bailey.

“Anda punya Amerika, Australia, Meksiko yang peduli tentang hal ini.” (friz)

 

Komentar

Komentar