Home Breaking News ‘Susi Adalah Susi… Cantrang No!’

‘Susi Adalah Susi… Cantrang No!’

438
Susi Pudjiastuti, (Foto: kkp.go.id)

STOP ledakkan kapal illegal fishing (pencuri ikan) atau kinerja ekspor ikan dan produk hasil laut meningkat?

Itu bagai dua sisi mata uang. Dan tengah mengalir ke hadapan Menteri KKP Susi Pudjiastuti, belakangan ini. Di mana, Wapres Jusuf Kalla hingga Menko Kemaritiman Luhut B Panjaitan meminta supaya peledakan kapal asing diduga curi ikan di perairan Indonesia itu distop saja. Pernyataan Luhut ini bertentangan dengan pernyataan sebelumnya yang katanya pengusaha sepakat lawan illegal fishing.

Tentunya, masalah ini akan membuat Susi galau dan membingungkan mungkin. Tidak dilaksanakan – ya salah. Bisa disebut sebagai pembangkang kepada atasan.

Namun Presiden Joko Widodo yang paling berkuasa dalam hal ini. Punya Prerogratif. Dan, belum secara khusus meminta Susi stop peledakan kapal illegal fishing seperti diminta Jusuf Kalla maupun Luhut B Panjaitan sebagai Menko- nya Susi.

Tapi ada yang menarik di balik kasus itu. Bahwa meningkatkan kinerja ekspor produk kelautan dan perikanan serta mensejahterakan keluarga nelayan adalah core business Susi dan jajaran KKP. Mungkin kinerja ekspor bisa tumbuh, namun kesejahteraan keluarga nelayan yang masih morat- marit, kabarnya!

Data BPS diolah Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (Ditjen PDSPKP), bahwa periode Januari – November 2016-2017, kinerja ekspor produk perikanan naik 8,12% dari USD3,78 miliar pada 2016 menjadi USD4,09 miliar pada 2017.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dalam konferensi pers di kantor KKP, Kamis (11/1), mengungkapkan sesuai arahan Presiden Joko Widodo, KKP terus mengupayakan peningkatan produksi dan ekspor produk perikanan Indonesia. Untuk mewujudkannya, penegakan hukum dalam melawan praktik illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing harus tetap digalakkan.

Artinya, penulis berpendapat, Susi takkan berhenti meledakkan kapal para maling asing itu selama Presiden Jokowi tidak perintah ‘Susi Stop’.

Namun klaim bernada keluh – kesah para nelayan masih terus menghiasi media massa, terutama soal cantrang alias pukat harimau yang sejak era orba Soeharto dilarang karena merusak lingkungan bawah laut dan menghancurkan anak- anak ikan lainnya.

Menurut para nelayan, pendapatannya berkurang, bahan baku pabrik pengolahan ikan langka. Demo- demi demo pun paksa mereka lakukan sejak dulu. Tuntutannya adalah meminta Presiden Joko Widodo membatalkan seluruh peraturan Menteri Susi Pudjiastuti, dinilai menghancurkan hidup nelayan dan perikanan Indonesia, sesuai Inpres Nomor 7 Tahun 2016.

Namun Susu adalah Susi. Keukeuh dengan keputusannya. Bahwa cantrang no! (olo)

image_pdfimage_print

Komentar

Komentar