Home Breaking News Standar 3A, Kembangkan Danau Toba Jadi “World Class”

Standar 3A, Kembangkan Danau Toba Jadi “World Class”

162
Menteri Pariwisata Arief Yahya saat acara Calendar of Event,di Kementerian Pariwisata, Senin (20/3/2017).

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Dalam pengembangan Danau Toba di Sumatera Utara (Sumut) untuk menjadi “World Class” penting digunakan global standart 3A yakni Akses, Amenitas, dan Akomodasi.

“Ingin mengembangkan Danau Toba menjadi World Class, kita perlu gunakan global standart 3A dan di targetkan pada tahun 2019 semua fasilitas dan utilitas dasar selesai,” ujar Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya saat ditemui dalam acara Launching Calendar of Evemt Pariwisata Danau Toba di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Senin malam (20/3/2017).

Terkait dengan akses dirinya sudah mengirimkan surat kepada Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi untuk menjadikan bandara Silangit menjadi Bandara Internasional. Dimana saat ini kapasitas angkut di Bandara Kualanamu sudah tidak mencukupi lagi. Mengingat orang datang 75% by airlines, 24% by laut, dan 1% lintas batas.

“Toba tidak punya banyak pilihan selain lewat airlines. Susah kalau gak ada airlines untuk menjadikan Toba jadi atraksi dunia. Oleh karena itu, ratas September ini, perpanjangan runway Bandara Internasional Silangit akan selesai dimana panjangnya 2650 meter sedangkan lebarnya 45 meter. Dengan kapasitas terminal 500 ribu,” bebernya.

Selain itu akses yang juga menjadi perhatian pemerintah adalah pembangunan tol Kualanamu-Tebing Tinggi dengan total sepanjang kurang lebih 60-an kilo meter ini akan selesai di tahun ini yang terbagi menjadi 2 tahap, yakni sepanjang 40 kilometer akan selesai pada saat lebaran tahun ini dan 25 kilometer lainnya akan selesai di Desember tahun ini. Serta dari Tebing Tinggi-Siantar dan dari Siantar ke Parapat yang akan selesai pada tahun 2019 mendatang.

Tak hanya sampai di situ, keseriusan pemerintah untuk mendatangkan 1 juta Wisatawan Mancanegara (Wisman) yang ditargetkan pada tahun 2019 ke Danau Toba, pemerintah pun telah membangun 8 dermaga di sekitar Danau Toba dan akan membangun pelabuhan Kuala Tanjung untuk mempermudah Wisman yang ingin menggunakan cruise datang ke Toba.

Sedangkan untuk akses, Menpar pun telah bertemu dengan Dirut Pelni yakni Elfien dan juga Dirut Patra Jasa, Haryo untuk membuat 2 kemungkinan pembangunan amenitas melalui cruise live on board dan hotel terapung. Hal ini dikarenakan, akan butuh waktu lama membangun amenitas di tanah zona otoritatif seluas 602 hektar seperti di Nusa Dua.

“Ini akan lambat, karena pembangunan di Nusa Dua ini butuh waktu 20 tahun. Kalau mau punya di tahun 2017 ya melakukan itu dan itu akan mengatasi 2 hal yakni akomodasi sekaligus akses,” jelasnya. (Isr)

Komentar

Komentar