Home Breaking News Soal Lumpur di Danau Taman Situ Lembang, Walikota Bungkap Saat Ditanya Djarot

Soal Lumpur di Danau Taman Situ Lembang, Walikota Bungkap Saat Ditanya Djarot

398
Danau di Taman Situ Lembang jadi percontohan. (Foto: Kompas)

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan Wali Kota Administratif Jakarta Pusat Mangara Pardede tidak tahu kapan terakhir kali danau di Taman Situ Lembang dibersihkan. Dimana sebelumnya, danau tersebut dipenuhi dengan sedimen lumpur.

“Setelah dapat laporan dari Pak Wali, saya tanya Situ Lembang ini berapa tahun enggak dibersihkan? Enggak bisa jawab dia. Kata dia ‘sejak saya kecil kayaknya’. Artinya sudah puluhan tahun sedimen itu tidak dikeruk,” ujar Djarot di Taman Situ Lembang, Sabtu (7/10/2017).

Dia langsung menyuruh Mangara untuk menguruk danau itu. Awalnya, Mangara sempat bingung karena program ini tidak ada dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta.

Djarot pun meminta agar pembersihan danau itu dilakukan secara gotong royong saja. Artinya semua dinas saling membantu untuk mengeruk sedimen dari danau itu. Sehingga diharapkan nantinya danau itu menjadi percontohan.

“Cek seluruh situ yang kita punyai. Jakarta ada berapa situ, tolong itu sedimennya diangkat. Supaya airnya ini jernih, dengan cara itu kita akan mengefektifkan ruang terbuka biru kita,” ujar Djarot.

Mangara Pardede melaporkan adanya ikan-ikan yang tiba-tiba mati di Taman Situ Lembang. Setelah diperiksa, ternyata kandungan bakteri e coli air di danau tersebut mencapai 4.800 per 100 mili liter.

“Ini jauh di atas ambang batas dan ini jadi penyebab kematian ikan itu,” kata Mangara.

Akhirnya sedimen yang ada di danau itu pun dikeruk. Mangara mengatakan lumpur yang dikeruk mencapai 8.014 meter kubik. Setelah sedimen dikeruk, Mangara mengatakan kualitas airnya menjadi jauh lebih baik. Djarot pun tak segan menyumbangkan ikan koinya untuk dipelihara di danau itu. (*)

Komentar

Komentar