Home Breaking News Skandal Volkswagen Dipaksa Keluarkan Uang US$ 3 miliar

Skandal Volkswagen Dipaksa Keluarkan Uang US$ 3 miliar

2994
VW Classic

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Skandal kecurangan emisi diesel Volkswagen atau VW paksa tambah biaya $ 3 miliar (€ 2,5 miliar), untuk menepati janjinya.

“Biaya tambahan, memperbaiki mesin di Amerika Serikat menjadi $ 30 miliar,” kata perusahaan itu, Jumat (29/9/2017).

Dua tahun setelah masalahitu muncul, Volkswagen berjuang untuk mengatasi krisisnya. Biaya tambahan akan tercermin dalam hasil kuartal ketiga, di mana VW akan dilaporkan bulan depan.

Secara terpisah, Jaksa Munich melakukan penangkapan Wolfgang Hatz, mantan anggota dewan di unit VW Porsche atas skandal tersebut.

Hatz adalah kepala Penelitian dan Pengembangan Porsche milik VW dan telah memegang peran lain dalam kelompok VW, termasuk pengembangan mesin di Audi. Ia diskors setelah uji coba emisi diesel terpapar, dia kemudian tinggalkan perusahaan itu.

Tahun lalu Porsche mengatakan tidak ada bukti ditemukan. Hatz menjalankan program pengembangan mesin di anak perusahaan VW Audi antara 2001- 2007.

Hatz dilaporkan dekat dengan mantan CEO VW, Martin Winterkorn, yang menolak tahu tentang “kejahatan”.

Mantan eksekutif Audi lainnya, Giovanni Pamio, dibawa ke tahanan awal tahun ini, atas permintaan dari Departemen Kehakiman AS.

Satu orang sudah dipenjara sehubungan skandal tersebut. Insinyur Volkswagen James Liang dipenjara 40 bulan di sebuah pengadilan AS bulan lalu.

‘Tak terduga dan tidak disukai’

Berita tentang beban keuangan tambahan dari berurusan dengan kendaraan di AS menggarisbawahi kesulitan perusahaan tersebut telah melepaskan diri dari skandal tersebut.

Saham di produsen mobil Jerman awalnya turun tajam pada Jumat (29/9/2017) meskipun mereka kemudian menemukan sebagian besar tanah yang hilang alias kerugian.

“Ini adalah pengumuman lain yang tak terduga dan tak diinginkan dari VW, tidak hanya dari perspektif pendapatan dan arus kas, tetapi juga berkenaan dengan kredibilitas manajemen,” kata Arndt Ellinghorst, analis Evercore ISI.

VW pertama kali mengakui pada bulan September 2015 bahwa pihaknya telah menggunakan perangkat lunak ilegal untuk menipu tes emisi AS.

Sejak saat itu perusahaan mengadaptasi mobilnya untuk memenuhi persyaratan hukum. Tapi proses di AS terbukti lebih tangguh dari yang diperkirakan. Ini juga mengubah mobil di Eropa, tapi prosesnya lebih mudah, kata VW. (oca)

image_pdfimage_print

Komentar

Komentar