Home Daerah Jakarte Skandal Busway, PDIP Dituding Arogan

Skandal Busway, PDIP Dituding Arogan

171

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- PDI Perjuangan dituding telah bersikap arogan karena menilai demonstrasi yang dilakukan Komite Aksi Mahasiswa untuk Reformasi dan Demokrasi (Kamerad) di Balaikota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (13/3/2014), disinyalit ditunggangi kepentingan politik untuk menghancurkan kredibilitas dan elektabilitas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo.

“Tidak benar itu. Ditunggangi apanya? Lah, sudah jelas-jelas pemberitaan di media cetak, online dan televisi (menyebutkan) bahwa pembelian (armada) busway sebesar kurang lebih Rp1,5 Trilliun itu ada masalah. Bayangkan, kondisi bus yang baru dibeli sudah berkarat dan rusak. Apa itu pantas?” tegas Haris Pertama, koordinator presidium Kamerad, kepada citraindonesia.com via SMS, Jumat (14/3/2014).

Haris menantang PDI-Perjuangan untuk mengecek siapa yang bermain proyek dalam lelang pengadaan 565 bus TransJakarta dan Bus Kota Terintegrasi Busway (BKTB) di Dinas Perhubungan DKI itu, dan mengumumkan hasilnya kepada publik.

Ia menilai, tudingan PDI-Perjuangan yang mengaitkan demo organisasinya dengan politik, menunjukkan sikap seperti partai yang arogan.

“Kalau merasa benar, buktikan dong kalau dia (Jokowi) bersih. Jangan sedikit-sedikit jika ada yang kritik Jokowi, dibilang pengrusakan citra. Apa mungkin tidak ada keterlibatan Jokowi dalam lelang itu jika ada orang dekatnya (Micheal Bimo Putranto) yang bermain di proyek itu?” tegasnya.

Haris menyesalkan karena jika mahasiswa demo, dibilang ditunggangi. “Apa ini sikap (PDI-Perjuangan yang demokratis?” pungkasnya.

Seperti diberitakan kemarin, Ketua Fraksi PDI-Perjuangan DPRD DKI Jakarta Syahrial mengatakan kalau demo Kamerad yang menuntut agar Jokowi dan Micheal Bimo Putranto ditangkap dan diadili karena diduga terlibat skandal lelang pengadaan 656 bus TransJakarta dan BKTB di Dishub, ditunggangi kepentingan politik.

“Ada yang kalap karena berrdasarkan survei-survei, elektabilitas Jokowi di atas tokoh lain, sehingga jika Jokowi nyapres, peluangnya untuk menang lebih besar,” katanya.

Meski tak menyebut siapa yang kalap tersebut, namun Syahrial mengatakan kalau orang itu pastinya ingin menang dalam Pilpres 2014 mendatang. (Rhm)

image_pdfimage_print

Komentar

Komentar