Home Breaking News Sidang Ke-2 E-KTP, Mantan Mendagri: Jika Berkhianat Saya Minta Dikutuk

Sidang Ke-2 E-KTP, Mantan Mendagri: Jika Berkhianat Saya Minta Dikutuk

170
Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP). Foto Suara Merdeka.

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Mantan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi bersumpah tak pernah menerima uang korupsi pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). Jika terbukti berkhianat, ia menyatakan siap dikutuk oleh Tuhan.

“Satu rupiah pun saya tidak pernah terima satu sen pun, demi Allah. Kalau saya terbukti menghianati bangsa ini, saya minta kepada seluruh bangsa agar saya dikutuk oleh Allah,” kata Gamawan kepada majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (16/3/2017).

Gamawan disebut menerima duit US$4,5 juta atau setara dengan Rp 50 miliar. Namun, katanya Ia berdoa agar orang yang memfitnahnya diberi petunjuk. “Tapi kalau saya difitnah, saya minta orang itu diberi petunjuk,” tandasnya.

Sumpah Gamawan ini terlontar saat hakim Jhon Halasan Butar Butar bertanya ihwal adanya aliran dana yang masuk ke kantongnya. “Terkait dengan program e-KTP, apakah Anda pernah menerima uang?” ujar hakim Jhon kepada Gamawan.

Nama Gamawan tercantum dalam surat dakwaan 2 terdakwa korupsi e-KTP, yakni mantan Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Irmandan mantan Direktur Pengelola Informasi dan Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Sugiharto. (pemi)

Komentar

Komentar