Search
Sunday 19 April 2015
  • :
  • :

Digugat, Pengacara Kemendag Tak Ada Surat Kuasa

Digugat, Pengacara Kemendag Tak Ada Surat Kuasa

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Sidang gugatan PT. Harapan Sukses Jaya, produsen seng merek Gajah&Gading di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta,  molor.

Pasalnya Biro Hukum, selaku kuasa Kementerian Perdagangan (Kemendag), belum menyiapkan materi jawabannya atas gugatan perusahaan tersebut.

Usman SH,  Ketua Majelis Hakim, PTUN, dalam sidang sekitar 15 menit, Kamis (21/6/2012) langsung memerintahkan kuasa hukum tersebut menyiapkan lembar jawabannya atas gugatan tersebut minggu depan.

Sidang itu dimulai pkl 13.05 menit. Hakim Usman SH, langsung bertanya kepada 2 orang kuasa hukum Kemendag. “Ada surat kuasa?”. Kuasa hukum tergugat menjawab: “Belum pak”.

Lalu hakim mengejar pertanyaan. “Surat tugas ada?”. Dijawab kuasa tergugat: “Ada pak”.

Hakim kemudian mengatakan agenda  sidang adalah membacakan gugatan penggugat terhadap tergugat.

Lalu hakim melanjutkan pertanyaannya kepada tergugat. “ Sudah terima salinannya?”. Tergugat menjawab: “Sudah pak”.

“Kalau begitu jawaban tergugat mana?,” tanya hakim. Si tergugat menjawab: “Kami belum siap pak. Kasih kami waktu seminggu lagi pak,”.

Mendengar jawaban itu, si hakim mulai bicara tegas. “Kan saudara sudah terima surat penggilan sidang ini 5 Juni 2012. Kenapa jawaban belum juga disiapkan? Jangan terlalu lama. 1 Minggu ini harus disiapkan. Jangan diundur- undur terus. Apalagi kalau terbukti nanti gugatannya,” tegas Hakim sembari melotot kepada kuasa tergugat.

Tergugat kembali menyatakan pendapatnya. “Kami minta seminggu lagi pak,”.

Hakim kemudian meminta kepada kuasa tergugat jangan melakukan tindakan apapun terhadap barang milik PT. Harapan Sukses Jaya itu hingga 3 bulan sejak gugatan itu masuk ke PTUN.

Sementara itu, kuasa hukum PT Harapan Sukses Jaya, Yvonne meminta Ketua Majelis Hakim, Usman SH, agar barang- barang kliennya yang disegel PPNS PK Kemendag tidak diganggu.

“Barang- barang kami jangan tercecer ke mana- mana,” ujarnya.

Seperti diketahui PT Harapan Sukses Jaya menggugat Kemendan ke PTUN Jakarta menyusul terbitnya surat edara (SE) No.716, 27 April 2012 lalu. Memerintahkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan seluruh Indonesia, menarik produk seng merek Gajah & Gading dari peredaran, karena dinilai tidak sesuai Standard Nasional Indonesia (SNI).

Tony, bos PT Harapan Sukses Jaya,  mengaku atas penarikan mengakibatkan dirinya rub=gi sekitar Rp2,5 miliar. (olo)

Print Friendly



XSLT by OmniFeed