Home Breaking News Sidang Ahok Ke-13, Pasangan Nomor Dua Pilgub DKI Tidak Kampanye

Sidang Ahok Ke-13, Pasangan Nomor Dua Pilgub DKI Tidak Kampanye

6993
Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama. (Foto: Tmpo)

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Basuki T Purnama (Ahok) mengatakan bahwa, pasangan nomor dua pemilihan gubernur (Pilgub) DKI kali ini tidak ada melakukan kampanye, berhubung karena dalam situasi sidang ke 13 Ahok terkait penistaan agama.

“Kami hari ini tak ada jadwal (kampanye) karena kami perkirakan sidang kan tak bisa diukur sampai jam berapanya,” ujarnya pada wartawan di Kementan, Jakarta Selatan, Selasa (7/3/2017).

Menurutnya, dia akan kembali kampanye pada Rabu, 8 Maret 2017 esok. Setelah menyampaikan pernyataan singkat tersebut, Ahok pun langsung menuju mobilnya untuk meninggalkan Kementan, Jakarta Selatan.

Sementara itu, kuasa hukum Ahok, Teguh Samudra menerangkan, sidang penistaan agama berikutnya akan digelar pada Selasa, 14 Maret 2017 mendatang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi yang meringankan terdakwa Ahok. Adapun saksi fakta yang akan dihadirkan pihaknya berjumlah empat orang, mereka juga hadir saat Ahok berpidato di Kepulauan Seribu.

“Saya tak hafal siapanya. Tapi saksi berikutnya akan menjelaskan latar belakang kehidupan pak Ahok, apa yang dilakukan it bukan karena ada niat menodai apalagi tak suka sama agama Islam, ini tafsiran Pilkada saja,” tuturnya.

Sedang kuasa hukum Ahok lainnya, Fifi Lety Indra Tjahaja Purnama menjelaskan, dari semua saksi yang akan dihadirkan itu, jumlahnya ada sekitar 29 orang, baik saksi fakta maupun saksi ahli. Namun, dari semuanya hanya ada dua orang yang di BAP oleh polisi, salah satunya Kakak angkat Ahok, Andi Analta Amier yang ditolak kesaksiannya oleh majelis hakim.

“Saksi fakta kita memang banyak yang tak masuk BAP, waktu itu kita cuman dikasih waktu satu hari untuk hadirkan saksi dan ahli setelah penetapan tersangka. Beda saat proses penyelidikan, saksi yang diperiksa banyak karena waktunya panjang,” terangnya.

Sedang JPU, Ali Mukartono membeberkan, alasan JPU mengajukan keberatan pada kedaksian salah satu saksi, yakni Andi Amalta Amier karena Andi sudslah kerap ikut sidang. Bika sampai dipaksaan untuk brersaksi, tentu itu akan melanggar UU, pasal 159 ayat 1 KUHAP.

“Jadi, saya hanya mengingatkan hakim saja. Adapun pertanyaan kami di persidangan hanya untuk mengetahui, apakah Al Malaidah itu diucapkan seccara sppntan atauka tidak,” paparnya.

Adapun soal protes pengacara Ahok yang menyebutkan 29 saksinya tak bisa di BAP semua karena hanya diberikan waktu sehari oleh penyidik untuk melengkapi berkas saksi saksi yang meringankan, Ali menambahkan, kalau itu semua bukanlah urusannya, tapi urusan kepolisian.

“Itu urusan penyidik sama dia, saya hanya menerima dari penyidik. Saya tidak tahu proses penyidikan di sana. Dan ke depan, seharusnya hakim konsisten yah, saksi yang akan datang yang sesuai BAP saja,” katanya. (Isr)

Komentar

Komentar