Home Breaking News Setya Novanto Belum Dicekal dan Dijebloskan ke Penjara !

Setya Novanto Belum Dicekal dan Dijebloskan ke Penjara !

287
Novanto "Ask papa Shares" Back Lead Indonesian Parliament. Photo Heru/citraindonesia.com

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Setya Novanto, Ketua DPR RI, hingga kini belum di cekal dan dijebloskan ke penjara, pasca ditetapkan KPK tersangka korupsi berjamaah eKTP “Siapa Menyusul?”, Senin (17/7/2017).

“Belum.. besok kali,” ujar seorang petugas keamanan KPK, saat ditanya pada malam ini, Senin.

Ketua Umum Partai Golkar yang juga Ketua DPRI RI periode 2009-2014 ini resmi ditetapkan KPK tersangka eKTP merugikan negara Rp2,3 triliun dari nilai proyek Rp5,9 triliun pada proyek eKTP tersebut.

“Menetapkan saudara SN anggota DPR periode 2009-2014 tersangka,” ungkap Ketua KPK Agus Rahardjo di Gedung KPK Jakarta, Senin (17/7/2017).

20 Tahun Penjara:

Agus Rahardjo, menegaskan Setya Novanto disangka Pasal 3 atau Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Pasal 2 ayat (1) UU Tipikor menyebutkan setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya  diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara dipidana dengan pidana penjara  minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun dan denda paling sedikit 200 juta rupiah  dan paling banyak 1 miliar rupiah. Pasal 3 menyebutkan setiap orang yang dengan tujuan menguntungkan  diri sendiri atau  orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau karena kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara dipidana seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 20 tahun dan atau denda paling sedikit  50 juta rupiah dan maksimal 1 miliar,”.

Sebelumnya Setnov dan Anas Urbaningrum serta Miryam  S Haryani, pernah menjadi saksi dalam sidang atas terdakwa Andi Narogong, di Pengadilan Tipikor, Jakarta belum lama ini.

Menurut Agus Rahadjo, Setya Novanto diduga memperkaya diri sendiri atau orang lain atau korporasi serta menyalahgunakan kewenangan dan jabatan sebagai wakil rakyat.

Ketua DPR RI itu juga diduga ikut merugikan negara sebesar Rp2,3 triliun dari nilai proyek Rp5,9 triliun pada proyek eKTP tersebut.

Karenanya Novanto disangka melanggar Pasal 3 atau Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. (adams)

Komentar

Komentar