Home Breaking News Selama Pemerintahan Jokowi, Rata-rata 3-4 Kali Seminggu Sidang Kabinet

Selama Pemerintahan Jokowi, Rata-rata 3-4 Kali Seminggu Sidang Kabinet

151
Deputi Dukungan Kerja Kabinet (DKK) Yuli Harsono, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Peningkatan Kualitas Penyelenggaraan Sidang Kabinet, di Hotel Grand Tjokro, Bandung, Jumat (11/7) pagi. (Foto: setkab)

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Hingga minggu kedua Agustus, Pemerintahan Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyelenggarakan 106 Sidang Kabinet atau Rapat Terbatas (Ratas).

Sementara pada tahun 2016, jumlah keseluruhan Sidang Kabinet dan Ratas mencapai 121, dan 2015 sebanyak 171. Pada 2014, dalam 2,5 bulan masa kepemimpinan Jokowi telah dilaksanakan 19 kali Sidang Kabinat/Ratas.

“Jadi, kalau kita rata-ratakan Sidang Kabinet atau Ratas pada masa Presiden Jokowi itu rata-rata 3-4 kali per minggu,” kata Deputi Dukungan Kerja Kabinet (DKK) Sekretaris Kabinet, Yuli Harsono, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Peningkatan Kualitas Penyelenggaraan Sidang Kabinet yang Dipimpin oleh Presiden dan/atau Wakil Presiden, di Hotel Grand Tjokro, Bandung, Jumat (11/7/2017) pagi.

Yuli berterima kasih atas masukan yang dihasilkan pada Rakor 2016 lalu mengenai perlunya pemantauan terhadap pelaksanaan tindak lanjut arahan Presiden dalam Sidang Kabinet/Ratas, yang dilaksanakan oleh Menteri/Kepala Lembaga.

Ia menyebutkan, pihaknya juga ingin memastikan arahan Presiden yang disampaikan dalam Sidang Kabinet/Rapat Terbatas segera ditindaklanjuti oleh Kementerian atau Lembaga (K/L).

Menurut Deputi DKK Seskab, sebagai tindaklanjut di Sekretariat Kabinet dikoordinasikan oleh Wakil Sekretaris Kabinet sedang membuat SITAP (Sistem Informasi Tindak Lanjut Arahan Presiden).

“Pada intinya, SITAP ini mengumpulkan dan mencatat semua arahan-arahan Presiden pada Sidang Kabinet itu, kemudian kita pantau bagaimana tindak lanjutnya yang dilakukan oleh Menteri/Kepala Lembaga. Ini berdasarkan masukan pada saat Rakor di 2016,” tegas Yuli.

Meskipun berdasarkan hasil survei Kepuasan Peserta Sidang Kabinet sangat baik, Deputi DKK Seskab Yuli Harsono mengatakan, Sekretariat Kabinet selaku penanggungjawab penyelenggaraan Sidang Kabinet/Ratas berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan dan penyempurnaan, termasuk di antaranya dengan mempelajari kemungkinan penggunaan IT untuk kelancaran Sidang Kabinet.

Yuli mencontohkan misalnya, penggunaan barcode dalam penyelenggaraan Sidang Kabinet yang sudah digunakan pada Rapat Kerja Pemerintah (RKP) yang mengundang ratusan atau ribuan orang, di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), beberapa waktu lalu.

Demikian juga ide paperless atau smart meeting room dalam Sidang Kabinet/Ratas, sehingga ke depan sudah tidak memakai fotokopi (bahan) lagi tapi sudah menggunakan teknologi di meja. Contoh lain yang akan dilakukan adalah dengan menggunakan alat voice-to-text untuk mempercepat pembuatan Risalah.

“Ide-ide seperti ini, inovasi, kreativitas, atau terobosan yang kami perlukan dalam rangka peningkatan kualitas Sidang Kabinet,” ujar Yuli Harsono. (*)

Komentar

Komentar