Home Breaking News Sekjen Kemenperin Klaim Lulusan Pendidikan Industri Sudah Teruji!

Sekjen Kemenperin Klaim Lulusan Pendidikan Industri Sudah Teruji!

4181
Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Syarif Hidayat memberikan ucapan selamat kepada salah seorang wisudawan Politeknik APP di Jakarta, Selasa (3/11/2015), (Foto: kemenperin.go.id)

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Dunia kerja ini tak ada habis diobrolin baik itu warung kopi hingga Istana Negara.

Maklum saja. Lulusan perguruan tinggi kita itu kualitasnya masih cetek kompetensinya, sehingga ketika melamar di perusahaan multinasional selalu ditolak.

Nah, kalaupun ada yang diterima, posisi atau jabatannya yang rendah- rendah saja, dalam arti masih langka yang masuk kelas menengah.

Apa yang salah dalam dunia pendidikan kita sehingga tidak meluluskan manusia- manusia berkualitas? Itudia pertanyaannya belum terjawab!

Namun kali ini justru, Sekjen Kementerian Perindustrian Haris Munandar,   memastikan unit-unit pendidikan di lingkungannya menerapkan sistem pembelajaran yang berbasis kompetensi. Para lulusannya hampir semua terserap di dunia kerja.

“Kami sudah teruji dan terbukti. Makanya kami mendapatkan tugas dari Bapak Presiden (Jokowi) untuk menjadi role model dalam pelaksanaan pendidikan vokasi yang link and match dengan industri,” ujarnya saat jadi pembicara dalam diskusi forum wartawan industri (forwin), Jumat (17/3/2017) di Jakarta.

Pun Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Industri, Mujiyono. Dia mengaku bahwa seluruh SMK binaan Kemenperin memiliki spesialisasi, berbasis kompetensi serta link and match dengan industri.

Selain itu, juga didukung dengan sarana dan prasarana yang lengkap dan modern.

“Misalnya, ada ruang workshop, laboratorium dan pabrik mini atau teaching factory,” ujarnya.

Saat ini, Kemenperin memiliki sembilan SMK, di Banda Aceh dengan spesialisasi pengolahan produk berbasis kelapa sawit.

Di Bandar Lampung spesialisasi pengolahan karet dan singkong,

Di Yogyakarta spesialisasi proses produksi minyak atsiri,

Di Pontianak spesialisasi teknik mesin dan kimia,

Di Makassar spesialisasi pengolahan kakao.

“Semua SMK kami tersertifikasi kompetensi, bahkan sudah ada yang go international,” ungkap Mujiyono.

Kemudian, lanjutnya ada 9 Politeknik dan 1 Akademi Komunitas dengan beragam spesialisasi pendidikan.

Di antaranya berbasis teknologi industri pangan, komponen kendaraan, kimia, produk kulit, tekstil, dan pengolahan logam.

“Di Politeknik STTT Bandung akan dibuka program S2 untuk tekstil. Tahun ini akan dibangun Politeknik khusus furniture di Kendal, Jawa tengah dan Akademi Komunitas Industri Logam di Bantaeng, Sulawesi Selatan,” imbuhnya.

Menurut Mujiyono, ke depannya, Politeknik dan Akademi Komunitas akan didirikan mendekati kawasan industri karena untuk memudahkan proses penyerapan tenaga kerjanya.

“Kami juga mengembangkan spesialisasinya sesuai kawasan industri tersebut. Misalnya, tahun 2018, Politeknik khusus minyak sawit akan dibangun di kawasan industri Dumai, Riau dan Politeknik khusus baja di kawasan industri Batulicin, Kalimantan Selatan,” sebutnya.

Kemenperin kata dia laksanakan program Diklat 3in1 (pelatihan-sertifikasi-penempatan kerja) di seluruh Balai Diklatnya.

Pada 2014-2016, lulusannya sebanyak 37.334 orang. Pada 2017, ditarget 22 ribu tenaga kerja kompeten dapat disediakan melalui program diklat dengan sistem 3in1 tersebut.

Mujiyono juga menjelaskan, Kemenperin telah meluncurkan Program Pendidikan Vokasi Industri (link and match SMK dengan industri) Wilayah Provinsi Jawa Timur.

Langkah ini sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 9 tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK dalam rangka Peningkatan Kualitas dan Daya Saing SDM Indonesia.

Dalam Inpres tersebut, tugas Kemenperin, antara lain memfasilitasi program praktek kerja lapangan dan pemagangan industri.

Pada tahap pertama, peluncuran program pendidikan vokasi industri tersebut, dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama antara 49 perusahaan industri dengan 234 SMK di Provinsi Jawa Timur.

Hingga tahun 2019, sasarannya adalah sebanyak 1.775 SMK meliputi 845.000 siswa untuk dikerjasamakan kepada 355 perusahaan industri.

Nah hebatnya kata dia, Maret 2017, diluncurkan lagi program pendidikan vokasi industri untuk wilayah jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta.

Ditargetkan, akan dilakukan kerja sama antara 250 SMK dengan 50 industri.

”Minimal satu industri dapat menggandeng lima SMK,” pungkasnya. (friz)

 

Komentar

Komentar