Home Breaking News Sawah Petani Pasuruan Dirusak Hama Wereng, Warga : “Lapor Jokowi atau Mentan”

Sawah Petani Pasuruan Dirusak Hama Wereng, Warga : “Lapor Jokowi atau Mentan”

132
Pedagang beras ketan sedang menjajakan dagangannya di pasar tradisional Pasar Minggu (Foto: Badia Andrew/citraindonesia.com)

PASURUAN, CITRAINDONESIA.COM- Rusaknya padi para petani di Dusun Beji, lantaran dirusak hama Wereng akhirya membuat pedagang dan para wakil rakyat di DPRD Pasuruan angkat bicara, ban dengar pendapat secara khusus.

“Seharusnya wakil rakyat meminta atau melaporkan langsung masalah obat hama wereng ini ke Presiden Jokowi atau Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman supaya diganti dengan yang baru dan lebih keras. Kalau gak diantisipasi, sawah se Kabupaten Pasuruan ini bisa hancur dimakan wereng,” ujar Soleman, pedagang beras di Pasar tradisonal kota ini, Selasa (8/8/2017). “Saya khawatir, bila petani gagal panen, beras berkurang harga bisa melonjak- lonjak,” tambahnya.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan Andri Wahyudi memastikan serangan hama wereng ini sangat berbahaya dan ini bisa mewabah ke sawah- sawahdi yang lainnya.

“Harus dicegah supaya hama wereng tidak mewabah ke sawah lainnya. Dikasih antinya disemprotkan ke batang padinya. Ini sangat berbahaya, ancamannya petani kita gagal panen,” tegasnya.

Andri juga menjelaskan ternyata obat pembasmi hama tersebut yang diberikan Dinas Pertanian justri tidak mempan meski berkali- kali disemrotkan ke padi yang tengah diserang hama itu.

“Inilah yang menjadi persoalan. Di saat banyak hama wereng menyerang lahan petani, obat diberikan dinas terkait tidak mempan. Ini bagaimana ini,” ujar Andri bertanya yang juga mengakui sudah banyak menerima laporan dari petani soal kasus itu. “Kami sudah banyak menerima laporan dari para petani,” tandasnya.

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan, Rohani Siswanto menyayangkan lambatnya gerakan Pembak sehingga sawah- sawah petani itu habis dimakan wereng.

Untuk itulah dia mengajak Dinas Pertanian dan dinas- dinas terkait turun bersama ke sawah itu untuk melihat langsung kejadian itu.

“Kami mengajak dinas terkait meninjau ke lapangan waktu dekat ini. Kita ingin tahu kondisinya,” jelasnya. (sup)

Komentar

Komentar