Home Breaking News Sanksi AS Meluas dari Korea Utara ke China dan Rusia

Sanksi AS Meluas dari Korea Utara ke China dan Rusia

167
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un memantau peluncuran Rudal Balistik terbaru.

WASHINGTON, CITRAINDONESIA.COM- Amerika Serikat (AS), Selasa (22/8/2017) memberlakukan sanksi baru bagi Korut Utara, bahkan meluas hingda China dan Rusia.

“Menargetkan perusahaan dan individu China dan Rusia mendukung program senjata Pyongyang, namun tidak mengantisipasi fokus pada bank-bank China,” ujar reuters.

Departemen Keuangan A.S. menunjuk enam entitas milik Cina, satu Rusia, satu Korea Utara dan dua berbasis di Singapura. Mereka termasuk anak perusahaan yang berbasis di Namibia dari perusahaan China dan entitas Korea Utara yang beroperasi di Namibia.

“Sanksi tersebut juga menargetkan enam orang – empat orang Rusia, satu orang Cina dan satu orang Korea Utara,” tambahnya.

Langkah tersebut menyusul sanksi PBB yang disepakati bulan ini setelah Korea Utara menguji dua rudal balistik antar benua pertamanya pada bulan Juli.

China lantas bereaksi keras. Washington “segera memperbaiki kesalahannya” menerapkan sanksi sepihak terhadap perusahaan dan individu China untuk menghindari kerusakan kerjasama bilateral.

Kedutaan Rusia tidak menanggapi permintaan untuk memberikan komentar.
Cakupan Terkait

Departemen Kehakiman A.S. tengah memcari penyitaan senilai $ 11 juta dari perusahaan – perusahaan yang berhubungan dengan Korea Utara.

“Treasury terus meningkatkan tekanan pada Korea Utara dengan menargetkan mereka yang mendukung program rudal nuklir dan balistik, dan mengisolasi mereka dari sistem keuangan Amerika,” kata Menteri Keuangan Steven T. Mnuchin dalam sebuah pernyataan.

“Tidak dapat diterima bagi individu dan perusahaan di China, Rusia, dan tempat lain untuk memungkinkan Korea Utara menghasilkan pendapatan yang digunakan untuk mengembangkan senjata pemusnah massal.” (ling)

Komentar

Komentar