Home Breaking News Sakit Pinggang Sebelah Kiri? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Sakit Pinggang Sebelah Kiri? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!

662
Sakit pinggang sebelah kiri. (Foto: ilustrasi)

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Tidak sedikit orang sering mengeluhkan sakit pinggang, apalagi bagi pekerja yang duduk di depan komputer. Keluhannya pun bermacam-macam ada yang sakit pas ditengah-tengah, samping kanan, dan sakit pinggang sebelah kiri.

Semua bertanya apa penyebab sakit pinggan yang dialaminya, adakah sesuatu yang berbahaya dan tentunya bagaimana pengobatannya. Seperti dikutip dari mediskus, Sabtu (7/10/2017), yang menjelaskan tentang sakit pinggang sebelah kiri biasanya yang paling banyak dikeluhkan.

Keluhan sakit pinggang biasanya bervariasi serta sering kali disertai dengan keluhan lainnya, seperti sakit pinggang sebelah kiri yang menjalar hingga ke paha sampai kaki, disertai rasa panas, kesemutan.

Ada juga sakit pinggang yang disertai sakit perut, sakit saat berkemih (kencing), bahkan ada pula yang mengalami demam. Semua gejala yang dialami itu akan menunjukkan dimana letak kelainan yang menyebabkan nyeri pinggang dengan kata lain menggambarkan penyebab sakit pinggang.

Penyebab Sakit Pinggang Sebelah kiri dan Pengobatannya

Ada banyak kemungkinan penyebab mengingat pinggang sebelah kiri itu sendiri terdiri dari beberapa jaringan dan organ, dimana setiap bagian yang mengalami cedera, peradangan, atau infeksi dapat menimbulkan rasa sakit.

Berikut rangkumkan penyebab sakit pinggang sebelah kiri yang paling sering dijumpai:

Strain

Strain disini diartikan sebagai ketegangan, cedera, atau keseleo pada alat gerak yang ada di pinggang sebelah kiri. Sekelompok otot dan ligamen sepanjang tulang belakang yang berfungsi memberikan dukungan dan gerakan pada pinggang suatu ketika dapat mengalami cedera, ketegangan otot, dan keseleo. Entah karena terjatuh, mengangkat benda berat, atau gerakan yang salah. Hal ini tentu akan menimbulkan rasa sakit.

Strain pada pinggang ini memliki gejala rasa sakit berupa nyeri yang akan memburuk dengan gerakan, batuk, tertawa dan bersin. Nyeri biasanya terlokalisir pada pinggang yang terkena saja.

Jika Anda mengalami hal ini, maka langkah pertama adalah beristirahat. Pengobatan strain dapat dilakukan dengan cara menerapkan kompres es selama 20 menit beberapa kali sehari. Obat penghilang rasa nyeri (analgetik) yang dijual bebas seperti ibuprofen, naproxen dan acetaminofen dapat membantu meringankan rasa sakit.

Herniated Disc dan Skiatika

Antara tulang-tulang belakang kita memiliki struktur yang memberikan bantalan disebut disc atau diskus. Seiring waktu diskus ini bisa aus, menyusut, dan bahkan pecah dan menonjol (herniated disc atau HNP = Herniasi Nuclues Pulposus).

Ketika terjadi herniated disc, maka diskus dipaksa keluar dari posisi normal (menonjol) dan menghasilkan kompresi atau penekanan pada saraf yang berdekatan dalam hal ini yang men-syarafi pinggang sebelah kiri. Saraf sangat sensitif terhadap tekanan sehingga timbullah rasa sakit.

Ketika disk di punggung bawah menekan saraf sciatic, maka kondisi penyakitnya disebut sciatica. inilah yang sering dikenal sebagai “saraf kejepit”. Rasa sakit biasanya dirasakan dibawah pantat, pinggul dan menjalar ke paha hingga kaki terkadang timbul mati rasa dan kesemutan yang sangat menyiksa.

Pengobatan nyeri punggung bawah akibat herniated disc ini dimulai dengan pendekatan konservatif, yakni menggunakan terapi fisik, obat bebas penghilang rasa sakit dan memodifikasi kegiatan sehari-hari untuk mengurangi nyeri. Jika seseorang sudah mengalami mati rasa atau kehilangan kekuatan, pengobatan yang dapat dianjurkan salah satunya suntikan kortikosteroid.

Bagi sebagian besar pasien yang mengalami sakit pinggang sebelah kiri atau kanan yang disebabkan oleh herniated disc akan sembuh seiring berjalannya waktu. Tujuan utama pengobatan awal adalah untuk mengurangi rasa sakit dan mengembalikan fungsi normal sehari-hari. Pembedahan atau operasi umumnya sebagai jalan terakhir yang diperlukan jika mati rasa dan kehilangan kekuatan tidak cepat pulih dengan terapi konservatif.

Infeksi ginjal

Infeksi ginjal bisa menyebabkan nyeri pinggang yang serius. Infeksi biasanya dimulai dari kandung kemih kemudian naik ke ginjal sehingga ginjal menjadi meradang dan tentunya timbul rasa sakit pada pinggang sebelah kiri (jika ginjal sebelah kiri yang terkena).

Demam dan mual juga dapat menyertai infeksi ginjal. Rasa sakit terjadi pada daerah panggul sepanjang tulang belakang dan di atas pinggul. Rasa sakit akan memburuk dengan gerakan atau tekanan pada pinggang.

Infeksi ginjal harus diperiksakan ke dokter untuk mendapatkan terapi antibiotik. Terkadang, rawat inap diperlukan untuk terapi antibiotik intravena (melalui infus). Infeksi ginjal dapat terulang kembali dan menjadi kronis.

Hal ini dapat terjadi biasanya karena terdapat kondisi medis yang mendasari atau masalah anatomi dengan saluran kemih. Dalam hal ini dokter Anda dapat merujuk ke dokter bedah kemih (bedah urologi) atau spesialis ginjal. Lebih lanjut silahkan baca: Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Batu Ginjal

Batu ginjal dapat menyebabkan sakit yang tiba-tiba dan sakitnya luar biasa. Pasien biasanya mengatakan baru sekali ini merasakan sakit yang sungguh berbeda. Selain sakit pinggang, rasa sakit dapat menjalar ke sekitar perut bagian bawah dan turun ke pangkal paha.

Biasanya ada sensasi ingin buang air kecil pada penderita batu ginjal ini. Darah mungkin muncul dalam urin sebagai akibat dari bergeraknya batu di saluran kemih. Jika beruntung pasien juga menjumpai adanya batu yang keluar bersama keluarnya urin.

Menghilangkan rasa sakit adalah pengobatan awal yang diperlukan. Kombinasi antiperadangan dan obat penghilang rasa sakit golongan narkotika sering diperlukan. Hidrasi adalah kunci utamnya; jadi minum banyak air dan menghindari dehidrasi bisa membantu mengusir batu ginjal dan mencegahnya datang kembali.

Namun batu ginjal yang besar bisa terjebak dan tidak dapat keluar dengan sendirinya. Dalam hal ini diperlukan berbagai prosedur medis untuk membantu mengeluarkannya. Dokter spesialis (ahli urologi) akan menentukan perawatan terbaik.

Pilihan terapinya antara lain operasi pengangkatan batu, atau penggunaan gelombang suara (lithotripsy) untuk memecah batu menjadi potongan-potongan yang lebih kecil sehingga dapat keluar saat kencing. Lebih lanjut silahkan baca: Gejala batu ginjal dan pengobatan batu ginjal.

Stenosis Spinal

Sebuah kondisi dimana kanal (terowongan) tulang belakang mulai sempit dan mengganggu sumsum tulang belakang. Proses ini terjadi pada orang yang tua, yang terjadi sebagai dampak dari arthritis, herniasi dan pembentukan taji tulang. Gejala umum termasuk sakit punggung, mati rasa, kelemahan atau hilangnya kekuatan.

Perawatan awal untuk stenosis tulang belakang mirip dengan manajemen herniated disc. Kontrol nyeri dapat dicapai dengan menggunakan obat non-steroid, relaxers otot, antidepresan dan obat-obatan narkotika. Terapi fisik dapat membantu mempertahankan kekuatan dan mobilitas serta meningkatkan keseimbangan.

Suntikan steroid dapat memberikan bantuan jangka panjang bagi banyak orang, tapi kadang-kadang diperlukan juga tindakan bedah atau operasi. Dokter mungkin akan mengarahkan Anda ke dokter bedah tulang belakang jika pengobatan konservatif tidak bekerja, apalagi jika rasa sakit sangat mengganggu. Prosedur bedah bertujuan untuk menghilangkan tekanan pada saraf tulang belakang.

Kista ovarium

Kista dapat terbentuk di ovarium pada wanita, atau lebih dikenal dengan kista ovarium. Terkadang kista ini dapat menimbulkan rasa sakit pada perut bawah sebelah kiri atau kanan dan bahkan dapat menjalar sampai ke pingang sebelah kiri atau kanan tergantung ovarium mana yang terlibat. (*)

Komentar

Komentar