Home Breaking News Rizieq Shihab, Ahok dan Soal Video Viktor Laiskodat

Rizieq Shihab, Ahok dan Soal Video Viktor Laiskodat

162
Celoteh Imam Besar FPI Rizieq Shihab dari Mekah tentang video Viktor Laiskodat.

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Beragam tanggapan masyarakat tentang viral Hastag #SegeraSI_MPR2017 di Twitter sejak kemarin. Cuitan itu medsak Sidang Istimewa MPR menyusul kasus video anggota DPR RI Viktor Laiskodat.

“Di dalam video yang tersebar, Viktor berbicara di sebuah mimbar. Dia menyebut empat Partai, Gerindra, PKS, PAN dan Demokrat disebut mendukung negara khilafah dan mengancam keutuhan NKRI. Itu tuduhan sepihak kali ya. Buktinya dia dilaporkan partai ke polisi. Kasus Viktor itu bisa menjadi kasus jilid II-nya Ahok,” ujar Lenny Widya, seorang warga, Kamis (10/8/2017).

Mengenai munculnya hastag #SegeraSI_MPR2017 di Twitter? “Itu buntut dari perbuatan Viktor itu. Itu konsekuensinya. Ya sudah kita tunggu saja kemana itu bergulir #SegeraSI_MPR2017. Yang jelas kasus itu akan sedikit mengganggu ketengan Presiden terutama Ketua Partai NasDem Surya Paloh, karena kedernya sendiri. Saya mendukung sekali sih Viktor ini dipecat dari NasDem,” jelasnya.

Mengenai video beredar dari Ketua FPI Rizieq Shihab? “Ya saya dah lihat itu. Benar juga testimoni Pak Rizieq. Kata saya bagus isinya. Tinggal polisi saja yang usut Viktor,” imbuhnya.

Senada dikatakan Amri.”Saya juga melihat #SegeraSI_MPR2017 ramai banget di Twitter. Mungkin ini buntut kekecewaan kepada Viktor Laiskodat. Ya… harus dimaklumi. Kita ini demokrasi, biarkan hukum yang berbicara. Kan Viktor sudah dilaporkan tuh ke kepolisian. Tapi mendukung bila Viktor Laiskodat dihukum berat karena sebagai anggota DPR RI dia gak pantas berujar menghakimi orang sebagai pendukung negara khilafah tanpa bukti,” katanya.

Parto, warga lainnya menyatakan hal sama. “Yang berbuat ya bertanggung jawab. Ini bisa berujung penjara. Mungkinjadi Ahok- nya jilid II. Tapi kasus ini juga bisa jadi pelajaran buat kita dan semua orang supaya berbicara itu yang benar. Jangan jadi anggota oknum dpr yang asal ngomong. Akhirnya kan jadi gunjingan. Malu kan dia jadinya,” ujarnya.

Sebelumnya, politikus Gerindra Sodik Mudjahid mengatakan, di kelas menengah memang semakin disadari ketidaklayakan Presiden Jokowi dalam mengelola negara.

“Ekonomi yang morat marit besar pasak dari pada tiang, penguasaan ekonomi oleh sekelompok kecil orang, ketidakadilan aparat hukum dan keamanan, intervensi politik, kemunduran demokrasi dan gejala otoriter, kekerasan di masyarakat, semua menjukkan ketidaklayakan dan ketidakmampuan Jokowi dalam mengelola negara secara sehat,” kata Sodik saat dihubungi TeropongSenayan, Selasa (8/8/2017).

Hanya sayang, kata Sodik, masyarakat Indonesia masih banyak kelas “bawah” yang bisa dikecoh dengan pencitraan presiden yang sederhana dan bisa ditutup kebutuhannya dengan bantuan-bantuan langsung yang dibawa preiseden saat kunjungan-kunjungan ke daerah.

Ia menambahkan, kritik kelas menengah Netizen dalam #segeraSI_MPR 2017 adalah sikap harus sampai kepada masyarakat Indonesia teruta kaum bawah agar mereka faham kondisi sesunguhnya dan tidak terkecoh oleh hadiah-hadiah jangka pendek dan pencitraan.

“Hal masyarakat dan bangsa Indonesia untuk gelar usul gelar sidang khusus MPR mengganti presiden selama hal tersebut argumentatif dan konstitusional serta bukan makar,” tandasnya. (adams)

Komentar

Komentar