Home Breaking News Ribuan Buruh ASN 100 Persen Dukung Ahok-Djarot

Ribuan Buruh ASN 100 Persen Dukung Ahok-Djarot

477
Ribuan buruh dukung Ahok-Djarot

 

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Ribuan buruh instansi pemerintahan berkumpul dalam konsolidasi temu akbar Komite Nusantara Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kantor DPP PDI-Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (8/4/2017).

Para buruh di instansi pemerintahan menyuarakan dukungan kepada Ahok-Djarot sebagaimana disampaikan Ketua Presidium Komite Nusantara Aparatur Sipil Negara Mariani. Dia menegaskan bahwa pihaknya bersama PDIP sepenuhnya mendukung Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat untuk menang dalan Pilkada 2017.

“Selama ini yang konsisten memperjuangkan buruh dan pegawai rendah di instansi pemerintah adalah PDIP. Tak ada keraguan dan kami 100% dukung Ahok-Djarot,” ujarnya.

Mariani juga mengatakan, jika pasangan Ahok-Djarot menang, besar harapannya bahwa yang namanya pegawai tidak tetap, pegawai kontrak, honorer, pegawai tetap non Pegawai Negeri Sipil (PNS) akan diangkat menjadi PNS.

“Inilah harapan sekaligus perjuangan kami. Dan secara kongkrit akan diwujudkan dalam dukungan di Pilkada,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa ada sekitar 12.000 honorer plus keluarganya yang ada dalam Komite Nusantara Aparatur Sipil Negara. Dan sampai saat ini sudah dibentuk 10 DPW termasuk DKI Jakarta.

“Kami semangat karena PDIP yang menjadi pengusung revisi UU ASN sebagai wadah bagi pekerja di pemerintahan agar kami diakui dalam revisi UU ASN. Sejak Juli 2016 dicetuskan revisi UU ASN kami merasakan bahwa PDIP sangat kencang mendorong dan konsisten mendukung para pakerja non PNS,” jelasnya.

Pada kesempatan sama, Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, cita-cita mewujudkan masyarakat adil dan makmur harus melalui perjuangan yang berpihak pada wong cilik termasuk para pegawai honorer, pegawai tidak tetap, pegawai kontrak.

“Dan kini Pak Ahok dan Djarot melalui kebijakan berpihak pada rakyat serta memberikan gaji pegawai di Jakarta sangat lebih dari cukup ditambah tunjangan-tunjangan,” ujar Hasto. (*)

Komentar

Komentar