Home Breaking News RI Perkuat Kemitraan Ekonomi CEPA

RI Perkuat Kemitraan Ekonomi CEPA

40
Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto. dalam acara yang bertajuk e-Power : Teknologi Inovatif menuju Indonesia era Mobil Listrik di kawasan ICE BSD , Serpong, Senin (13/11/2017). (Foto: Kemenperin)

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Indonesia mendorong sektor industri otomotif, elektronika, serta makanan dan minuman (mamin) dipercepat dalam Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (Comprehensive Economic Partnership Agreement/CEPA) kedua belah pihak.

“Untuk itu, kami mendorong agar industri Indonesia bisa terintegrasi pada value chain di tingkat Asean, terutama di sektor yang potensial seperti otomotif, elektronika, serta makanan dan minuman,” kata Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto seusai bertemu dengan Chairman Europe Asean Business Alliance (EABA), Geoff Donald beserta delegasi di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Kamis (7/12/2017).

Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) momentum penting bagi negara-negara di Asia Tenggara untuk meningkatkan kerja sama ekonomi khususnya sektor industri agar bisa saling melengkapi antara satu sama lain.

Bahwa ketiga sektor tersebut tengah dipacu daya saingnya oleh sejumlah negara karena saat ini dinilai siap menerapkan sistem Industry 4.0.

“Kami meyakini Asean akan menjadi kawasan yang mampu memimpin sebagai future of production, dengan basis internet of everything sabagai infrastruktur utamanya,” ungkap Airlangga.

Dia memastikan Asean memiliki potensi pada pertumbuhan ekonomi yang cukup stabil. “Selain itu, didukung dengan populasi penduduk usia muda, kelas menengah yang tumbuh, infrastruktur digitalnya berkembang, transformasi industri kecil dan menengah ke arah digital, serta konektivitas antarmanusia,” imbuhnya.

Ditambahkan Airlangga, ketiga sektor itu memiliki keunggulan kompetitif di kancah global. Oleh karenanya, terus didorong untuk memperluas pasar ekspor.

“Industri makanan dan minuman sangat banyak di dalam negeri, mulai dari tingkat kabupaten, bahkan sudah ada yang go international,” ujarnya.

Di tengah perkembangan era digital, industri elektronika lokal juga berpeluang tumbuh. “Sedangkan, di sektor otomotif, selain kita punya domestik market yang kuat, Indonesia telah menjadi basis produksi dari beberapa perusahaan otomotif dunia,” tutur Airlangga.

Salah satu poin penting untuk didorong dalam perundingan itu agar ketiga produk unggulan itu lebih diperluas pasar ekspornya ke Uni Eropa, juga produk lainnya seperti pakaian, tekstil, dan sepatu.

Pasalnya ketiga produk industri itu masih dikenakan bea masuk oleh Uni Eropa sebesar 12 persen, sedangkan minyak kelapa sawit nol persen, kecuali beberapa produk turunannya yang terkena bea masuk sekitar 10 persen.

Menperin berharap, dengan pembebasan bea masuk, peluang dan daya saing produk itu sebakin. Maka itu Indonesia gencar negosiasi dengan Uni Eropa terkait juga dengan investasi kedua belah pihak melalui IEU CEPA. (linda)

image_pdfimage_print

Komentar

Komentar