Home Breaking News RI Kembali Ekspor Produk Daging Ayam Olahan

RI Kembali Ekspor Produk Daging Ayam Olahan

194
T Hadi Gunawan, Presiden Komisaris PT Charoem Pokphand bersama perwakilan Kementeian Pertanian usai meresmikan pelepasan ekspor Perdana Produk daging olahan ke Papua Nugini di Kawasab Industri Modern Cikande Serang Banten, Senin (13/3/2017).

SERANG, CITRAINDONESIA.COM- PT. Charoen Phokphand Indonesia kembali mengekspor produk daging ayam olahan setelah 13 Tahun lamanya tidak mengekspor dikarenakan penyakit flu burung yang pernah merebak di Indonesia beberapa tahun lalu.

“Ini adalah lilin kecil kita untuk kembali merambah perdagangan luar negeri, mengingat saat ini Indonesia sudah dapat memenuhi kebutuhan daging ayam di dalam negeri untuk itu kita membantu pemerintah untuk menambah devisa negara dengan cara merambah kembali perdagangan luar negeri,” ungkap Presiden Komisaris PT Charoem Pokphand, T Hadi Gunawan usai meresmikan pelepasan ekspor Perdana Produk daging olahan ke Papua Nugini di Kawasab Industri Modern Cikande Serang Banten, Senin (13/3/2017).

Hadi menjelaskan kiriman perdana ini ada sebanyak 1000 Carton dengan berat bersih 5,999,25 Kgs. Ekspor daging ayam olahan tersebut berbentuk nugget, sosis dan bakso dengan 19 jenis yang sudah melalui proses pemanasan 70°C selama kurang lebih 1 menit.

“Walaupun hanya 1 Truk saja namun ini adalah awalan saja yang rencananya kedepannya kita akan memperluas jaringan ekspor kedepannya, negara Jepang sudah sedang melakukan proses dan sudah mengirimkan tim auditnya ke indonesia tentunya untuk kualitasnya akan kita terus kita tingkatkan karena sudah masuk ke pasar Internasional,” papar Hadi.

Hadir juga dalam acara tersebut Mat Syukur Staf Ahli Menteri Pertanian bidang Perdagangan dan Hubungan Internasional yang mewakili Menteri Pertanian Amran Sulaiman dalam acara pelepasan ekspor perdana produk daging ayam olahan PT CHAROEN PHOKPHAND Indonesia ke Papua Nugini berharap agar para pelaku usaha dapat membantu pemerintah dalam merealisasikan keinginan ekspor produk-produk pangan Indonesia.

“Ekspor yang dilakukan oleh PT Charoen Pokphand Indonesia sudah memperoleh sertifikasi NKV (Nomor Kontrol Veteriner) sebagai bentuk penjaminan pemerintah terhadap keamanan produk hewan yang menjadi suatu keharusan bagi setiap unit usaha yang akan mengekspor produk hewan,” tambah Syukur.

Sertifikasi NKV merupakan upaya pemerintah dalam memberikan jaminan persyaratan kelayakan dasar dalam sistem jaminan keamanan pangan dalam aspek higiene-sanitasi pada unit usaha produk asal hewan. Keberadaan sertifikat NKV bagi unit usaha produk hewan menjadi sangat penting dalam melakukan eksportasi. Sertifikat Veteriner diterbitkan dalam bentuk Veterinary Certificate, Sanitary Certificate dan Health Certificate yang diterbitkan oleh Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner.

“Ayam yang akan diporong dan diolah oleh PT CPI berasal dari peternakan ayam yang telah menerapkan prinsip-prinsip animal welfare dan sistem kompartemen bebas AI (Avian Influenza) sehingga Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Ditjen PKH telah mengeluarkan sertifikat kompartemen bebas AI,” tutup Syukur. (Ning)

Komentar

Komentar