Search
Monday 22 December 2014
  • :
  • :

Rezim As’ad Tega Bantai 32 Anak Suriah

Jenazah anak-anak yang tewas dalam pembantaian di kota Houla, tengah disemayamkan.

Jenazah anak-anak yang tewas dalam pembantaian di kota Houla, tengah disemayamkan.

CitraIndonesia.com : Tim pengawas PBB memastikan 32 dari 90 jenazah yang ditemukan akibat pembantaian pasukan pemerintah Suriah di kota Houla adalah anak-anak.

Sebuah rekaman video menayangkan pemandangan mengerikan puluhan jenazah anak-anak bergelimpangan bergelimang darah.

Meski belum dapat dipastikan kebenarannya koresponden BBC mengatakan gambar semacam itu sangat sulit dipalsukan.

Komandan misi PBB di Suriah Mayor Jenderal Robert Mood kepada BBC mengatakan pembantaian di Houla ini adalah sebuah tidakan kejam dan tak bisa dimaafkan.

Jenderal Mood memastikan pasukan penyerang menggunakan senjata berbagai ukuran, senapan mesin hingga tank.

Namun, Jenderal Mood tidak menyatakan dugaannya terkait pasukan yang menyerang kota Houla.

Sementara itu Sekretaris Jenderal PBB dan utusan PBB untuk Suriah Kofi Annan mengatakan pemboman ke arah permukiman penduduk adalah pelanggaran nyata terhadap hukum internasional.

Serangan ke kota Houla pada Jumat (25/5) lalu adalah salah satu serangan paling brutal di satu wilayah sejak pemberontakan melawan Presiden Bashar al-Assad dimulai pada Maret 2011.

Para aktivis kemanusiaan mengatakan korban tewas disebabkan pemboman terus menerus, namun sebagian korban tewas akibat eksekusi atau dibantai shabiba milisi bentukan pemerintah.

Koresponden BBC melaporkan pembantaian terhadap warga sipil ini membuat tim pengamat PBB menjadi sasaran kemarahan warga.

Warga menuding tim pengamat PBB tidak mampu mencegah dan menhentikan pembantaian itu.

“Kami sudah menghubungi tujuh pengamat. Kami katakan pembantaian sedang terjadi di Houla oleh tentara bayaran pemerintah. Mereka menolak datang dan menghentikan pembantaian itu,” kata Abu Emad, seorang warga.

Sementara itu, Dewan Oposisi Suriah (SNC) mengatakan pembantaian itu menewaskan lebih dari 110 orang. Salah satu anggota SNC Ausama Monajed kepada BBC mengatakan pemerintah memang memilih kota-kota yang lemah ‘untuk memberi pelajaran kepada seluruh negeri’.

“Apa yang kami lihat sangat tidak berperikemanusiaan,” kata Ausama. (ajs/bbc)