Home Breaking News Rektor VUW : Tak Ada Dukungan Sparatis Papua Merdeka

Rektor VUW : Tak Ada Dukungan Sparatis Papua Merdeka

228
Dubes RI untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya dan tamunya Victoria University of Wellington, Prof. Grant Guilford. Photo kemenlu.

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Dubes RI Wellington, Selandia Baru, Tantowi Yahya menyampaikan keprihatinan atas penggunaan beberapa kampus di Selandia Baru termasuk Victoria University of Wellington (VUW) oleh Kelompok Separatis Papua.

“Papua telah menjadi bagian dari Indonesia sejak zaman penjajahan Belanda dan separatis Free Papua Benny Wenda, adalah buronan yang sebenarnya tidak berhak berbicara atas nama masyarakat Papua,” ujar Tantowi Yahya kemarin.

Hal ini  diutarakannya dalam pertemuannya dengan Prof. Grant Guilford, Vice Chancellor (Rektor di Indonesia) VUW yang merujuk pada penyelenggaraan “public event” Benny Wenda di lingkungan VUW pada bulan Mei 2017 silam.

Tantowi Yahya menambahkan bahwa tujuan dari kegiatan tersebut semata-mata untuk kampanye separatisme Papua dari NKRI. Kampus seyogianya tidak dijadikan sebagai ajang kegiatan politik dan kampanye separatisme. Benny Wenda dalam aktivitasnya banyak menyampaikan kebohongan mengenai situasi sebenarnya di Papua.

​Dalam tanggapannya,  Prof. Grant Guilford menyatakan kampus VUW tidak mendukung gerakan separatisme Papua. Hanya ada satu atau dua orang dari VUW atas nama pribadi yang bersimpati kepada gerakan tersebut. Sesuai Undang-undang Pendidikan Selandia Baru, kampus tidak bisa melarang kebebasan civitas akademika universitas dalam menyampaikan pendapatnya (academic freedom). Rektor Victoria University menekankan tidak ada dukungan kampus VUW secara kelembagaan kepada gerakan seperatis Papua.

Selain menyampaikan keprihatinan, Dubes RI juga menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada Victoria University of Wellington yang telah memberikan kesempatan pengajaran gamelan di New Zealand  School of Music (NZSM), VUW sejak tahun 1970-an. Sampai saat pengajaran gamelan tersebut masuk kurikulum New Zealand  School of Music (NZSM).

Pada kesempatan itu, kepada Prof. Grant Guilford juga disinggung mengenai Indonesia sebagai salah satu market potential untuk sumber mahasiswa bagi industri pendidikan Selandia Baru khususnya VUW. “Di masa mendatang permintaan kaum muda Indonesia untuk melakukan studi ke luar negeri dan menjadi global citizen akan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan kemajuan pembangunan Indonesia yang berpenduduk sekitar 251 juta”, kata Dubes Tantowi.

Victoria University of Wellington merupakan salah satu dari 8 (delapan) universitas negeri Selandia Baru yang semakin giat menjajaki kerjasama pendidikan dengan lembaga-lembaga pendidikan tinggi di Indonesia. Saat ini VUW telah memiliki kerjasama dengan UI, UGM, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), capacity building Polri. (Sumber: KBRI Wellington/ling)

Komentar

Komentar