Home Breaking News Raja Salman Berikan Kalung Berlian Kepada Istri Jokowi? Benar atau HOAX?

Raja Salman Berikan Kalung Berlian Kepada Istri Jokowi? Benar atau HOAX?

8248
Iriana Jokowi dan Raja Salman, photo bbc.

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Desas-desus Ibu Negara Iriana Joko Widodo mendapat hadiah kalung berlian dari Raja Salman ramai merebak. Namun, pihak Istana menegaskan kabar itu adalah berita bohong.

Jika dilacak menggunakan Spredfast.com, di Twitter perbincangan terkait pemberian kalung berlian tersebut dimulai pada 5 Maret, atau sehari setelah Raja Salman meninggalkan Jakarta. Netizen Melisa Lil Panda lewat akunnya, @semangkasegar mencuit, “abis liat kalung pemberian Raja Salman ke Ibu Iriana. Ya Allah.”

Ketika diusut, isu itu bermula dari unggahan video di Youtube berjudul “Ini Kalung2 Berlian Pemberian Raja Salman ke Ibu Iriana Jokowi yang Diserahkan ke KPK, Benarkah?” Unggahan 4 Maret itu dilakukan akun bernama Gerilya Politik.

Pada video yang telah ditonton lebih 11.000 kali itu, tampak berbagai macam perhiasan berbentuk kalung berlian, beragam bungkusan yang ditutup kain keemasan, botol-botol kristal dan belasan panci yang sudah dililit pita. Terdengar ramai pula pembicaraan dalam bahasa yang bukan Bahasa Indonesia.

Netizen pun mengomentari video itu. “Hoax”, kata pemilik akun Soci Miff. Sementara, pemilik akun Sonarti S di Youtube menyebut, “ngarang beritanya… Ini mah orang kawinan di Saudi.”

Pihak Istana pun telah membantah rumor yang beredar itu. “Ketika semua acara berlangsung, kebetulan semua saya mengikuti, tidak ada itu (penyerahan hadiah). Tidak pernah ada,” kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (06/03).

Pramono mengungkapkan telah mendengar kabar itu sejak dua minggu sebelum kedatangan Raja Salman ke Indonesia. Dia pun menegaskan tidak pernah ada pemberian kalung berlian maupun cinderamata lainnya dari Raja Salman ke Ibu Negara.

Bolehkah terima hadiah?
Betapapun, muncul pertanyaan, seberapa wajar seorang presiden dan ibu negara, dalam hal ini Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Widodo menerima pemberian dari kepala negara atau pemerintahan lain?

Lembaga pemantau korupsi, Indonesia Corruption Watch (ICW) menyebut berdasarkan undang-undang Tindak Pidana Korupsi, penilaian apakah sebuah pemberian kepada pejabat negara (gratifikasi), boleh atau tidak boleh diterima, ditentukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Apapun bentuk pemberian yang diterima oleh penyelenggara negara, meskipun diberikan pimpinan negara lain, disampaikan dulu kepada KPK, lalu ditanya apakah ini gratifikasi (pemberian dengan imbalan tertentu) atau tidak. Kalau dari penilaian KPK itu gratifikasi, maka tidak boleh diambil.”

Hal itulah yang baru saja dilakukan Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Selasa (07/03). Tito diwakili Koordinator Sekretaris Pribadi Kepala Kepolisian RI, Komisaris Besar Dadang Hartanto menyerahkan cinderamata pedang dari Raja Salman, kepada KPK, untuk dinilai apakah bisa tetap disimpan Polri atau tidak.

Dadang menegaskan, jika KPK menilai pedang itu bisa diambil maka Polri akan menyimpannya “di museum, ruang perjamuan, atau di ruang tamu gedung Polri.” (bbc)

https://www.youtube.com/watch?v=zjdntO4G5eo

Komentar

Komentar