Home Breaking News Putaran Uang Bisnis Döner Kebab Capai 4 Milir Euro

Putaran Uang Bisnis Döner Kebab Capai 4 Milir Euro

337

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Bukan ke Jerman namanya jika tidak makan Currywurst atau Bratwurst, dua sajian khas negara tersebut. Namun, terlepas dari popularitas kedua sosis itu, döner kebab memegang predikat sebagai jajanan terpopuler.

Kadir Nurman dan Mehmet Aygun adalah dua figur yang bertanggung jawab atas kehadiran döner kebab di Berlin hampir 50 tahun lalu. Keduanya adalah bagian dari Gastarbeiter, kaum pekerja dari Eropa selatan dan Eropa timur yang sengaja didatangkan usai Perang Dunia II untuk membangkitkan perekonomian Jerman Barat.

Bisnis döner kebab yang dijalankan Aygun dan Nurman berkembang pesat dan banyak ditiru pendatang asal Turki lainnya. Seiring waktu, putaran uang jajanan itu mencapai 4 miliar euro atau Rp56,3 triliun di Jerman. Jika dihitung per hari, sebanyak 400 ton daging dihabiskan untuk döner kebab.

Berdasarkan data ATDiD, ada sebanyak 40.000 kios kebab di seantero Jerman. Dari jumlah itu, sebanyak 4.000 kios di antaranya berada di Berlin—lebih banyak dari jumlah kios kebab di Istanbul, Turki, menurut situs Visit Berlin.

Setelah Berlin, kios kebab paling banyak berada di Munich, Frankfurt, Hamburg, dan Stuttgart.

Sedemikian populernya jajanan itu, sekelompok mahasiswa Jerman menciptakan cara agar napas para penikmat döner kebab tidak berbau bawang. Pada 2011, mereka menciptakan
Papa Turk, minuman yang terbuat dari jahe, parsley, mint, dan lemon yang diklaim menetralisir bau bawang.

Ulber mengatakan, döner kebab begitu populer, “Karena rasanya sangat enak. Anda menggenggam seluruh unsur yang bagus, ada protein dan sayuran salad,” katanya.

Rasa bukan satu-satunya penentu popularitas döner kebab. Dengan 4,50 euro sampai 14 euro (Rp63.000 – Rp197.000) per porsi, harga yang terjangkau turut menjadi faktor penentu.

Lantaran döner kebab makin populer, isiannya kini sangat beragam. Selain irisan daging sapi yang pertama kali diciptakan Nurman, döner kebab sekarang berisi ayam, domba, dan kalkun. Rotinya pun tak hanya roti pita, tapi juga ada lembaran tipis tortilla atau durum kebab yang justru populer di Indonesia.

“Berbagai variasi seperti iskender kebab (daging domba bakar yang diiris tipis, dilumuri saus tomat, mentega domba, dan yogurt, serta dibungkus roti pita), adana kebab (cacahan daging domba bakar yang disajikan seperti sate yang menggunakan tusuk besi), dan koefte (bakso daging dengan bumbu parsley dan mint) juga menjadi populer bagi pelanggan,” kata Evren Demircan, salah satu pemilik World Kebap di Stuttgart.

Namun, popularitas döner kebab klasik tak bisa ditandingi. Demircan mengaku menjual 500 porsi setiap pekan dan jumlahnya berlipat ganda pada akhir pekan. (pemi)

Komentar

Komentar