Home Breaking News “PT Semen Indonesia Ganti Nama Jadi PT Semen Patmi”

“PT Semen Indonesia Ganti Nama Jadi PT Semen Patmi”

223
Para petani Desa Kendeng termasuk ibu Patmi almarhum saat berdemo di depan Istana Presien untuk meminta Presiden Jokowi stop pabrik PT Semen Indonesia. foto kompas

Ibu Patmi (48), seorang ibu rumah tangga paroh baya telah memenuhi panggilan Illahi Ribby “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun” (sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jugalah kami kembali) dalam surat Al-Baqarah 2:156.

Semoga beliau tenang di Surga. Dia pergi meninggalkan kita di dunia fana yang penuh hirup- pikuk politik di negari pemburu rente ini.

“Suara rakyat tak lagi suara Tuhan” maaf saya mengutif rangkaian kata Bang Poltak, si Raja Minyak dari Medan.

Namun mengutif istilah Bang Haji Rhoma Irama, bahwa rezim Presiden Joko Widodo, “terlalu”. Tak mencabut izin pabrik PT Semen Indonesia di Desa Kendeng (Jateng), pasca kepergian ibu rumah tangga miskin yang pejuang bagi nasib rakyat desanya bernama Patmi itu. Miris bukan?

Bayangkan! Dalam memperjuangan hak- hak rakyat di desanya, ibu Patma dkk rela lakukan aksi luar biasa. Yakni semen kaki- kaki mereka. Mirisnya itu ternyata tak membuat Presiden Joko Widodo, terenyuh apalagi terketuk hatinya untuk stop pabrik itu.

Pikirkan! Aksi semen kaki dalam menyampaikan aspirasi di dunia demokrasi, ini tak pernah ada sebelumnya. Aksi ibu Patmi dkk inilah yang pertama di dunia. Ini bisa masuk guinnes book record!

Jadi aksi bukan sensasi belaka. Ini menyakiti dirinya. Karena di mata mereka, rezim ini taklagi mendengarkan dan membela mereka- mereka yang mungkin saat Pilpres pemilih Jokowi-JK.

Makanya mereka nekat begitu. Tetapi apa mau dikata, Bang Rinto Harahap (alm) duluan berujar dalam senandungnya “apa daya tangan tak sampai”. Makanya ibu Patmi rela korban demi orang banyak “bagai sebatang lilin”.

Nah, jelas sudah stetmen Kepala Staf Kepresidenan, Teten Masduki di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (21/3/2017). “Itu (izin) Pemda punya kewenangan buat izin itu, tidak semua dari Presiden,”. Artinya Jokowi “ora urus!”

Lantas di tengah rundung duka keluarga besar ibu Patmi dan kawan- kawan, penulis hanya bisa berdoa semoga arwah ibu Patmi diterima di sisi Allah. Dan mungkin saja arwah beliau menertawakan negeri ini!

Belajar dari kasus ini, kini dan ke depan, penulis mengajak kita semua berdoa agar pemimpin negeri lebih peka, lebih aspiratif, lebih membela hak hajat rakyat. Jadi bukan sebagai pemburu rente sebanyak-banyaknya bila harus menari di atas penderitaan rakyat.

Saya usul- tapi usul ini belum tentu juga didengar pengusa pakbro. Didengar syukur- ya – ndak juga ra popo ya kan…?

Bahwa, bila Jokowi keukeuh membiarkan pabrik itu berjalan di Desa Kendeng, ada baiknya PT Semen Indonesia ini berganti nama jadi PT Semen Patmi.

Sehingga kepergian ibu Patmi ini bisa menjadi tonggak sejarah kelam pabrik tersebut di desa Kendeng itu supaya ke depan anak cucu kita juga tahu.

Soalnya dari zaman doeloe dan sekarang, kita sebagai bangsa Indonesia sepakat jangan membelokkan sejarah negeri ini kepada generasi muda bangsa. Terlebih ibu Patmi dkk bukan oknum elit koruptor e-KTP!

“Setidaknya dengan memakai nama ibu Patmi- menenangkan beliau di alam baka. “Amin!”.

(olo)

Komentar

Komentar