Home Breaking News Produksi Melimpah Petani Gunungkidul Tolak Impor Beras

Produksi Melimpah Petani Gunungkidul Tolak Impor Beras

102
Panen Raya Padi para Petani foto kementan

GUNUNGKIDUL, CITRAINDONESIA.COM- Panen Raya Padi para Petani seluas 20 hektare dari 252 hertare di Gunungkidul, Jateng. Hasilnya melimpah dan petani tegas menolak importasi Beras.

‘Produktivitas padi lokal Segreng dipanen di desa Melikan, Kecamatan Rongkop adalah 5,12 ton/ha gabah kering’, ujar Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi.

Menurutnya,  tahun sebelumnya produksi suplus beras 105.000 ton dan tahun ini dia juga yakin akan surplus.

Ka.BPTP Balitbangtan Kementan Yogyakarta Joko Pramono, menyampaikan Kementan mendorong pengembangan varietas unggul lokal spesifik dalam kerangka pelestarian Sumber Daya Genetik.

‘Varietas unggul lokal Segreng punya kelebihan umur genjah, tahan kering dan OPT serta harga lebih tinggi dari beras putih’, ujarnya.

Meningkatkan produktivitas, BPTP Yogyakarta telah melakukan introduksi varietas Inpari 24 (beras merah) potensinya mencapai 6-7 ton/ha.

Kepala Badan SDM Momon Rusmono menyampaikan bahwa safari panen oleh jajaran Kementan dimaksudkan untuk memastikan dan mengabarkan kepada masyarakat bahwa pada masa paceklik Nopember – Januari 2018 seperti sekarang ini di berbagai wilayan Indonesia tetap ada panen dan stok pangan cukup.

‘Tidak perlu import beras’, katanya yang diamini petani Desa Melikan dan berharap pemerintah jangan impor beras karena merugikan petani.

Sekedar tahu, panen ini dihadiri Kepala Badan SDM Kementan, Kapusdik BPPSDMP, Ka.BPTP Yogyakarta, Aster Korem Pamungkas, Dandim 0730 Gunungkidul, Kadistan Pangan Gunungkidul di lahan tadah hujan. (dewi)

image_pdfimage_print

Komentar

Komentar