Home Breaking News ProDem : Seruan Kepada Presiden Jokowi dan Tangkap Setya Novanto

ProDem : Seruan Kepada Presiden Jokowi dan Tangkap Setya Novanto

526
Presiden Jokowi menyampaikan pidato pada Sidang Tahun MPR RI Tahun 2017, di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD, Jakarta, Rabu (16/8/2017) pagi. (Foto: setkab)

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Arah pemberantasan korupsi yang menjadi amanat utama Reformasi 1998 berada di titik nadir. Berbagai kasus korupsi yang besar lama tak kunjung tuntas, kasus-kasus baru terus bermunculan.

“Yang terbaru adalah skandal besar korupsi KTP elektronik yang akrab disebut kasus E-KTP merugikan negara trilyunan rupiah sesuai fakta penyidikan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga fakta putusan persidangan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi terhadap beberapa terdakwa,” ujar anggota Jaringan Aktivis ProDEM,¬†Korwil DKI Jakarta, Agung W. Hadi saat bersama dengan rekan- rekannya berunjukrasa di depan Kantor KPK, Jakarta, Kamis (7/9/2017).

Selain itu ProDEM juga menyoroti perseteruan antara KPK dengan Pansus Hak Angket KPK DPR RI yang kian panas, membuka kotak pandora pemberantasan korupsi di Indonesia yang banyak anomali dan deviasi.

Anggot ProDEM sat berdemi di depan Kantor KPK Jakarta, Kamis (7/9/2017), mereka menuntut ditangkap Setya Novanto, Ganjar Pranowo, Mekkeng dan lainnya.

Di tengah pro-kontra seperti dugaan miring bahwa Pansus Hak Angket KPK di DPR RI lahir akibat tarik-menarik kepentingan antara KPK dengan DPR RI yang hendak melindungi anggotanya yang diduga terlibat korupsi.

Juga terkuaknya berbagai problem dan friksi di internal kelembagaan KPK yang sangat menyedihkan, tetapi ironisnya problem pokok penuntasan E-KTP tak terlihat cerah malah sibuk konfrontasi adu wacana dan argumentasi menambah keruwetan menghabiskan energi publik dan melemahkan kinerja sinergisitas antar lembaga negara di bidang pemberantasan korupsi.

“Dampaknya membuat rakyat makin kecewa akan arah pemberantasan korupsi yang adil, transparan, akuntabel dan berintegritas yang kian jauh dari harapan,” tegasnya menambahkan.

Menyikapi hal tersebut, kami dari Jaringan Aktivis ProDEM menuntut:

1. Tangkap, adili dan penjarakan Setya Novanto, Melchias Marcus Mekeng, Olly Dondokambey, Ganjar Pranowo serta seluruh koruptor E-KTP yang telah menjadi tersangka dan atau patut diduga terlibat serta masuk dalam BAP penyidikan KPK hingga putusan persidangan para terdakwa kasus E-KTP yang telah merugikan negara trilyunan rupiah.

2. KPK harus jujur, trengginas dan segera menuntaskan kasus E-KTP serta kasus-kasus korupsi besar lainnya yang mangkrak bertahun-tahun hingga dapat kembali meraih kepercayaan publik sesuai amanat reformasi 1998. Demikian pula Pansus Hak Angket KPK di DPR RI harus terus bekerja memperkuat kelembagaan KPK sesuai fungsi dan kewenangan yang diatur oleh Undang-undang hingga mampu memenuhi rasa keadilan rakyat.

Menyerukan :

Presiden RI Ir. H. Joko Widodo, seluruh aktivis pro demokrasi, jejaring media massa dan jurnalis, akademisi dan mahasiswa, organisasi non pemerintah (ornop) dan seluruh kaum nasionalis yang cinta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harus terus bersatu berjuang melawan korupsi yang kian merajalela dan menyengsarakan rakyat karena mengambil hak-hak kesejahteraan berupa pendidikan, kesehatan dan hak sosial lainnya yang seharusnya diwujudkan melalui anggaran pembangunan di APBN, APBD hingga APBDes. (rilis)

Komentar

Komentar