Home Breaking News Presiden Trump Selidiki Dumping Negara Pengekspor Baja ke AS

Presiden Trump Selidiki Dumping Negara Pengekspor Baja ke AS

1818
Produk baja export.

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Donald Trump, Presiden Amerika Serikat (AS), meluncurkan tim penyelidik anti dumping terhadap negara-negara mengekspor baja ke Negara Paman Sam untuk meningkatkan prospek tarif baru impor produk itu.

Ini dirancang untuk menghentikan praket negara-negara dimaksud yang dinilai tengah membanjiri pasar AS dengan baja murah sehingga mendistorsi markat share pabrik lokal.

China adalah paling sering dikaitkan dengan praktik kotor tersebut. Bahkan Trump sempat berang. Namun usai bertemu Presiden Xi Jinping Minggu lalu, taipan ini sekarang malah kendur…bahkan menarik penyataan kerasnya yang semula menuduh!

Parahnya Trump malak bilang pihaknya “tidak ada hubungannya” dengan Beijing. Aneh ….. persiden ini!

Yang jelas, tim dumping itu kata dia untuk melindungi keamanan bisnis baja AS. Berita tersebut sempat menaikkan harga saham produsen baja AS hingga produsen Asia.

Pemerintah AS sebelumnya berusaha melindungi produsen baja nasional dari baja asing murah melalui WTO. Pemerintah Trump mengatakan itu dampaknya kecil.

Sebaliknya, investigasinya akan jatuh di bawah Undang-Undang Perluasan Perdagangan AS tahun 1962, memungkinkan presiden memberlakukan pembatasan impor untuk alasan keamanan nasional.

“Baja sangat penting bagi ekonomi dan militer kita,” kata Trump. “Ini bukan area di mana kita bisa bergantung pada negara asing.”

China adalah produsen terbesar dan membuat baja jauh lebih banyak daripada yang dikonsumsinya, menjual kelebihan output ke luar negeri, seringkali dengan harga subsidi.

Tapi Jepang dan Korea Selatan juga pernah dituduh melakukan dumping di masa lalu.

Mengomentari penyelidikan Wilbur Ross, Sekretaris Perdagangan AS, mengatakan ekspor China sekarang sekitar 26 persen dari pasar baja AS.

Dia mengatakan ekspor telah meningkat “meskipun klaim China berulang kali bahwa mereka akan mengurangi kapasitas baja mereka”.

“Harga artifisial rendah disebabkan kelebihan kapasitas dan impor yang tidak adil diperdagangkan menekan keuntungan di industri baja AS,” kata pemerintah dalam sebuah pernyataan.

Ross mengatakan bahwa jika penyelidikan tersebut menemukan bahwa industri baja AS menderita kelebihan impor baja, dia merekomendasikan langkah-langkah pembalasan yang bisa mencakup tarif.

Trump telah sangat kritis terhadap praktik perdagangan China di masa lalu, namun telah melunakkan suaranya akhir-akhir ini saat dia bertemu Xi Jinping dalam urusan menuntaskan rudal nuklir Korea Utara.

Sebelumnya pada bulan April, dia mengatakan administrasinya tidak akan memberi label pada China manipulasi mata uang, seperti jani kampanye.

Trump sebelumnya menuduh China menekan yuan agar ekspornya lebih kompetitif terhadap barang-barang Amerika.

Saham baja AS rally pada hari Kamis dengan Dow Jones US Iron and Steel Index ditutup 5 persen lebih tinggi.

Namun saham baja Asia juga naik dengan Nippon Steel Jepang naik 1,3 persen, Jumat (21/4/2017), Posco Korea Selatan naik 2,5 persen.

Sementara itu China Baoshan Iron & Steel Co, Angang Steel dan Baotou Steel masing-masing menguat sekitar 0,3 persen. (linda)

Komentar

Komentar