Home Breaking News Presiden Jokowi Minta Puskesmas Buat Masyarakt Sehat

Presiden Jokowi Minta Puskesmas Buat Masyarakt Sehat

278
Presiden Jokowi saat membuka Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakernas) Tahun 2017, peluncuran Wajib Kerja Dokter Spesialis (WKDS), serta Pembangunan 124 Puskesmas Perbatasan di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa (28/2/2017). pagi.

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) untuk membuat masyarakat sehat agar Puskesmas dan rumah sakit sepi dari orang-orang sakit.

“Yang benar adalah kita membuat masyarakat itu tidak sakit, masyarakat itu sehat. Yang benar itu. Sehingga Puskesmas sepi, rumah sakit sepi. Jangan dibalik-balik. Buat masyarakat sehat agar rumah sakit itu sepi, agar Puskesmas itu sepi,” kata Presiden Jokowi dalam bagian lain pidatonya saat membuka Rapat Kerja Kesehatan Nasional Tahun 2017, peluncuran Wajib Kerja Dokter Spesialis (WKDS), serta Pembangunan 124 Puskesmas Perbatasan di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa (28/2/2017)i.

Rapat Kerja Kesehatan Nasional 2017 yang bertemakan “Sinergi Pusat dan Daerah dalam Pelaksanaan Pendekatan Keluarga untuk mewujudkan Indonesia Sehat”, Presiden Jokowi didampingi Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek, Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, serta diikuti oleh 1.787 peserta dari berbagai lintas sektor dari pusat dan daerah.

Presiden Jokowi lantas menjelaskan alasannya dirinya berkeliling ke daerah untuk memberikan makanan tambahan untuk anak-anak, untuk ibu hamil,dan untuk balita. Menurut Presiden, dirinya hanya ingin memberikan pesan bahwa yang namanya gizi itu diperlukan sejak dalam kandungan.

“Saya selalu sampaikan. Ini investasi jangka panjang. Janga dilihat sekarang. Begitu kita tarung dengan negara yang lain, begitu kita berkompetisi dengan negara,” jelasnya.

Presiden Jokowi menambahkan, hal itu terus dilakukan biar masyarakat mengerti, jangan sampai ada uang dipakai untuk beli rokok dan tidak dipakai untuk menambah gizi anaknya.

“Hal-hal seperti itu diingatkan pada keluarga-keluarga di kampung, di desa dimana Puskesmas itu ada. Kalau enggak seperti itu, enggak ngerti mereka. Beri tahu masyarakat yang namanya protein itu apa, gunanya untuk apa, beri tahu. Hal-hal yang simpel-simpel, yang sederhana seperti itu memang harus kita beri tahu pada masyarakat,” sambungnya.

Untuk itu, Presiden Jokowi meminta agar tenaga kesehatan harus aktif mendatangi masyarakat. Bukan menunggu di Puskesmas, menunggu orang sakit.

“Datangi mereka. Gencarkan, beritahukan mana yang benar mana yang enggak benar , mana yang harus dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan sehingga pendekatan kepada keluarga ini sangat diperlukan,” ujarnya.

Kalau itu dilakukan, Presiden Jokowi meyakini, tidak akan ada lagi gizi buruk, tidak ada lagi Demam Berdarah, tidak ada lagi TBC, tidak ada lagi penyakit-penyakit.

“Ini nanti akan menjadi kepuasan pribadi yang luar biasa bagi kita semuanya bahwa kita bisa mengantarkan bangsa ini menuju bangsa dengan pendapatan income yang tinggi dan bisa berkompetisi dengan negara-negara yang lain,” tuturnya.

Selain itu, lanjut Presiden, dengan bersikap aktif mendatangi masyarakat, maka tenaga kesehatan akan terasa di ‘dalam’. Ia mengingatkan, kalau kita bekerja dan kita menghasilkan sesuatu, itu di ‘dalam’ itu enggak kosong, ‘dalam’ akan terasa bahwa kita sudah melakukan sesuatu karena memang kita bekerja dari dalam hati.

“Bukan bekerja rutinitas, bukan bekerja linier yang sudah tiap hari asal ada absen, bukan itu. Kalau setiap individu dari kita bisa melakukan ini, dalam kita akan terasa bahwa kita melakukan sesuatu untuk bangsa ini,” katanya. (pemi)

Komentar

Komentar