Home Breaking News Pimpinan The Fed Janet Yellen Antara Kritik dan Sayang

Pimpinan The Fed Janet Yellen Antara Kritik dan Sayang

4029
Pimpinan The Fed Janet Yellen. foto reuters.

WASHINGTON, CITRAINDONESIA.COM- Sejak masa jabatannya sebagai Pimpinan Bank Sentral AS, Federal Reserve (The Fed), Janet Yellen ini menjadi sasaran kritik dari Partai Republik yang berkuasa. Namun dia juga disayang pihak lain.

Bahwa mereka yang khawatir program Yellen, adalah terkait pembelian obligasi secara besar-besaran dan tingkat suku bunga mendekati nol yang direkayasa pendahulunya. Itu dinilai akan menjadi kehancuran negara Paman Sam.

Yellen, masa tugasnya berakhir empat bulan ke depan. Kini muncul pertanyaan apakah Gedung Putih akan memintanya melanjutkan tugas 4 tahun lagi? Yellen telah mengubah cerita itu.

Seperti diketahui, The Fed menaikkan suku bunga lebih cepat dari perkiraan pasar tahun ini dan. Dan hari Rabu lalu (20/9/2017), Yellen mengumumkan portofolio obligasi senilai $ 4,5 triliun itu mulai menyusut Oktober 2017. Sementara itu, tingkat pengangguran telah turun ke tingkat boomtime dan inflasi tetap terjaga.

Itu membuat martabat Yellen meningkat di mata politisi maupun pemerintahan Presiden Trump termasuk kalangan kritikus dan bursa valas. Di mana pedagang taruhan siapa menjadi pimpinan The Fed berikutnya.

Saya senang akhirnya kami pada titik ini – secara pribadi saya mendukung dan publik tentang apa yang dilakukan The Fed. Kita akan melihat apakah ini merupakan akhir dari eranya,” kata Perwakilan A.S. Bill Huizenga, seorang Republikan yang mendorong sebuah undang-undang mengikat keputusan bank sentral kepada kebijakan moneter.

Itu adalah gagasan bahwa Yellen telah menentangnya, dengan mengatakan bahwa hal itu akan membatasi pilihan kebijakan.

Masih Huizenga, yang duduk di Komite Jasa Keuangan DPR dan subkomite tentang kebijakan dan perdagangan moneter, tampaknya tidak mendukungnya.

“Saya suka dia,” katanya kepada Reuters. “Saya ingin memastikan bahwa Gedung Putih dan presiden melakukan pemeriksaan menyeluruh (dari catatannya) – tidak hanya dengan alasan, tapi juga suku bunga rendah,”.

Sementara itu Presiden Donald Trump telah memberikan signal apakah akan menunjuk atau mengganti Yellen sebelum masa jabatannya berakhir pada awal Februari 2018.

Ada sedikit tanda-tanda bahwa proses pengangkatan telah berjalan maju atau ini adalah prioritas untuk administrasi.

Dan di Predictit.org, analis pasar keuangan menilai Ketua The Fed dan mantan Gubernur Fed dan bankir Wall Street, Kevin Warsh telah meningkat. Pedagang saat ini membayar 30 sen untuk kontrak membayar $ 1 jika Yellen mendapat lampu hijau dari Trump.

Warsh adalah gubernur The Fed antara tahun 2006- 2011. Namun dia mengkritik program Yellen beli obligasi besar itu. Menuruttnya itu mendorong inflasi makin tinggi. Pandangan tersebut menjadi benang merah di kalangan ekonom konservatif. Akibatnya Yellen dan Ben Bernanke dihujani kritik.

Pilihan lain pengganti Yellen sudah disiapkan, seperti Gary Cohn, mantan presiden Goldman Sachs, penasihat ekonomi utama Trump dan John Taylor, ekonom Universitas Stanford dan anggota kongres kongres.

Namun peluang Cohn mempimpin The Fed sangat tidak mungkin karena kritik kerasnya terhadap Trump terkait kekerasan rasis di Charlottsville, Virginia. (dewi)

Komentar

Komentar