Petani Halmahera Utara ‘Lawan Impor’ Panen Tiga Kali Setahun

HALMAHERA UTARA, CITRAINDONESIA.COM- Para petani di Halmahera Utara masih terus panen Padi. Setelah di Desa Sangaji Jaya dan Makarti, Sabtu panen dilakukan di desa Wonosari, Kecamatan Kao Barat.

‘Karena adanya peningkatan indeks pertanaman sehingga petani bisa menanam padi 3 kali setahun’, ujar Kabag Humas Kementan RI, Marihot H Panggabean tertulis kepada citraindonesia.com di Jakarta, Sabtu malam (13/1/2018).

Menurutnya, panen Varietas Inpari 30 seluas 3 hektar dan Mekongga 7 hektar, kisaran produktivitas 6 hingga 7 ton/ha.

Sementara itu menurut Putu Artana Jaya, Pasiter Kodim 1508/Tobelo, bilang, hingga akhir Januari 2018, luas panen di desa ini mencapai 90 hektar.

Pihaknya telah menugaskan Babinsa Juwono untuk mengawal kegiatan panen di desa wonosari yang merupakan salah satu lumbung padi sawah di Kabupaten Halmahera Utara. ‘Total luas potensi sawahnya mencapai 210 ha’, ujarnya.

Panen Padi ini Halmahera Utara mamastikan tidak ada paceklik. Meskipun terjadi kenaikan harga beras di pasaran, namun petani di Wonosari ikut merasakan sedikit berkahnya.

Harga beras yang biasanya Rp8000- 8500 per Kg, kini pedagang siap membeli dengan kisaran harga Rp9.000-10.000/Kg.

Ketua kelompok tani rejeki I, Rohman, mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah dan tim UPSUS Halmahera Utara yang membantu budidaya Padi di wilayahnya.

Sejak tahun lalu kelompoknya mendapatkan bantuan mesin panen combine harvester sehingga kegiatan panen jauh lebih cepat dan hemat.

‘Ada program desa mandiri benih sehingga petani di desanya sudah tidak perlu lagi mendatangkan benih dari luar daerah’, ujar Rohamn. (dewi)