Home Breaking News Perum Perikanan Indonesia Ekspor Hasil Laut ke AS

Perum Perikanan Indonesia Ekspor Hasil Laut ke AS

126
Ekspor Ikan Rajungan ke AS Desember 2016.

CIREBON, CITRAINDONESIA.COM- Perum Perikanan Indonesia kembali mengekspor produk olahan ikan dan hasil laut. Kali ini ke Amerika Serikat (AS), sebanyak dua kontainer atau sekitar 35 ton, terdiri dari olahan cumi, ikan mahi-mahi, kakap dan kerapu senilai 410 ribu dolar AS atau sekitar Rp5,5 miliar.

“Pasar ekspor jadi salah satu pilihan kami, karena permintaan cukup besar. Khususnya produk yang sudah berupa olahan dan ikan-ikan jenis premium,” kata Risyanto Suanda,¬†Direktur Usaha Perum Perindo, Kamis (30/11/2017).

Menurutnya produk yang diekspor itu hasil olahan dari Unit Pengolahan Ikan yang dikelola Perum Perindo dan PT Kemilau Bintang Timur (KBT) di Cirebon, Jawa Barat.

Dia memaparkan, saat ini makin banyak pengusaha ikan internasional yang berminat untuk impor. Beberapa bahkan datang langsung ke kantor Perum Perindo di Muara Baru, Jakarta Utara.

Minggu lalu misalnya, berkunjung ke Perum Perindo, Frank M. Mercher, President Director Arrowac Fisheries, Inc. Pimpinan perusahaan perikanan Seattle, Amerika Serikat itu berminat untuk mengimpor olahan ikan-ikan demersal seperti gulama, kuro, dan kakap putih.

Sebelumnya juga datang pengusaha dari China yang berminat mengimpor Ikan Layur 30 ribu ton.

“Minggu ini mitra Perindo di Sorong juga menyampaikan akan datang pengusaha dari Thailand yang juga siap impor rutin produk dari Perindo,” tambahnya.

Ditambahkan bahwa kerjasama dengan nelayan dan pengusaha nasional itu terbukti mampu meningkatkan pendapatan Perum Perindo dari sektor perdagangan dan pengolahan Ikan.

Pada 2016 lalu, pendapatan perusahaan dari sektor tersebut tercatat Rp150 miliar. Tahun ini diperkirakan naik hampir tiga kali lipat, menjadi Rp400 miliar lebih.

Peningkatan pendapatan dari perdagangan dan pengolahan ikan ini berdampak dengan tumbuhnya pendapatan perusahaan hampir tiga kali lipat. Yakni, dari Rp225 miliar pada 2016, diproyeksikan akan tumbuh jadi Rp650 miliar pada akhir 2017. (dewi)

image_pdfimage_print

Komentar

Komentar