Home Breaking News Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2018 Ditaksir 5,4- 6,1 Persen

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2018 Ditaksir 5,4- 6,1 Persen

2780

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Pemerintahan Presiden Jokowi- JK menetapkan asumsi pertemubuhan ekonomi Indonesia (PDB atau GDP) tahun 2018 sekira 54, 61 persen.

“Untuk tahun 2018 pemerintah menetapkan sasaran pertumbuhan 5,4- 6,1 persen,” ujar Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Jumat malam ini (19/5/2017).

Sri Mulyani menambahkan kondisi terkini, 60 persen total GDP Indonesia itu habis di pulau Jawa. Sementara luar pulau jawa yang 1000 persen lebih luar hanya terima GDP 40 persen. Inflasi di angka 3,5 plus minus 1 persen.

Menangggapi jomplangnya GDP itu,  Rachmat Hidayat, pengamat ekonomi menyatakan Pemerintah Jokowi harus menciptakan PDB itu secara merata dan berkeadilan.

“Java centris ini harus diakhiri. Ini tidak adil dan membuat gap bottom up warga pulau jawa vs luar pulau jawa kian menganga,” kata Ramchmat Hidayat mengingatkan.

Untuk itu, Presiden Jokowi kata dia harus memerintahkan Menkeu Sri Mulyani, Kepala Bappenas, Bambang Brojonegoro dan Menko Perekonomian, Darmin Nasution membuat pemetaan secara holistik demi pemerataan PDB itu.

Kalau tidak sekarang lanjut Rachmat kapan lagi? Kondisi ini sudah ada sejak Indonesia merdeka pada tahun 1945.

“Jadi percuma kita punya APBN ribuan triliun rupiah kalau cuma dihabiskan orang pulau jawa. Saya rasa pemerintah Jokowi harus buat PDB merata, sebagai keadilan dalam Sila Kelima Pancasila- Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Itu kuncinya. Kalau tidak- selamanya kita seperti ini. Saya ingat jargon revolusi mental Pak Jokowi. Nah ini saatnya merevolusi PDB itu,” pintanya.

Mengenai janji Jokowi saat kampanye Pilpres 2014 ingin membuat pertumbuhan ekonomi hingga 7 persen, apa tangapan anda?

“Wah orang kampanye itu pasti berbicara manis. Kalau gak manis ya nggak kepilih. Kenyataannya sekarang, jangankan segitu, mencapai 5 persen aja susah setengah mati. Kemaren itu sempat 4,9 persen kan. Buktinya bahwa mencapai 7 persen itu berat. Wong China yang sekaya itu aja cuma 6,9 persen ko asumsi GDP-nya tahun ini. Tahun lalu dia tumbuh 7 persen. Tapi memang ekonomi global yang makin lemah- menjadi just bagi pemerintahan Jokowi. Untuk mencapai 7 persen itu entah tahun ke berapa ke depan,” pungkasnya. (oca/adams)

 

Komentar

Komentar